Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang memperkenalkan inovasi Rocket Stove, tungku pembakaran biomassa hemat energi yang ramah lingkungan, kepada warga Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Inisiatif ini bertujuan membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi energi rumah tangga.
Kegiatan yang dipimpin oleh Restu Zuhur dari Program Studi Teknik dan Informatika ini berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya efisiensi tungku tradisional dan tingginya emisi asap yang dihasilkan dari pembakaran biomassa. “Melalui Rocket Stove, kami ingin menghadirkan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, namun berdampak besar bagi masyarakat,” ujar Restu.
Rocket Stove dirancang dengan sistem aliran udara optimal dan isolasi termal tinggi, memungkinkan pembakaran biomassa seperti kayu, sekam padi, dan serbuk gergaji berlangsung lebih sempurna. Hasilnya, penggunaan bahan bakar berkurang hingga 50 persen dan emisi asap turun signifikan dibandingkan tungku tradisional.
Selama kegiatan KKN, mahasiswa dan warga bekerja sama membangun model percontohan Rocket Stove di salah satu rumah warga. Proses dimulai dari observasi kebutuhan energi masyarakat, perancangan desain, hingga pelatihan penggunaan dan perawatan tungku. Pendekatan partisipatif ini membuat warga dapat memahami dan memproduksi tungku serupa secara mandiri.
“Hasil uji coba menunjukkan peningkatan efisiensi pembakaran hingga dua kali lipat. Warga juga merasakan manfaat langsung karena tungku ini lebih cepat panas dan tidak mengeluarkan asap pekat,” ungkap Restu menambahkan.
Selain manfaat teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan energi alternatif berbasis sumber daya lokal. Pemerintah kelurahan dan warga Ngempon menyambut baik program ini serta berharap pendampingan berlanjut agar Rocket Stove dapat diterapkan secara luas di wilayah lain.
Restu menegaskan, pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan desain dan material Rocket Stove agar lebih tahan lama dan efisien. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperluas penerapan teknologi ini.
“Rocket Stove bukan hanya soal efisiensi energi,” pungkasnya, “tetapi juga langkah kecil menuju kemandirian energi dan keberlanjutan lingkungan di pedesaan.”

