UPGRIS Perkuat Komitmen Pengabdian Masyarakat Melalui KKN Tematik 2025 di Kabupaten Semarang

Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) sekali lagi menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2025.

Program ini melibatkan total 181 mahasiswa yang diterjunkan langsung untuk berinteraksi dan mengabdi di 12 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Program KKN Tematik ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan nyata dan menggali potensi-potensi lokal yang ada di masing-masing desa.

Wakil Rektor III UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa KKN Tematik ini merupakan perwujudan sinergi yang konkret antara dunia akademik dan kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, KKN menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan secara langsung berbagai disiplin ilmu yang telah mereka peroleh di bangku kuliah ke dalam situasi riil. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan yang berdampak positif dan langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Dua belas desa di Kecamatan Bergas yang menjadi fokus lokasi KKN Tematik UPGRIS 2025 meliputi Randugunting, Ngempon, Munding, Gebugan, Pagersari, Jatijajar, Diwak, Bergas Lor, serta beberapa desa lainnya. Masing-masing desa memiliki keunikan karakteristik dan potensi, mulai dari sektor pertanian, ekonomi kreatif berupa UMKM, hingga pelestarian budaya lokal.

Dalam sambutannya pada Expo KKN Tematik UPGRIS 2025 yang dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Bergas Lor pada Minggu, 12 Oktober 2025, Dr. Sapto menjelaskan bahwa program KKN sengaja disusun secara tematik agar kegiatan mahasiswa benar-benar tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan spesifik di setiap lokasi.

“Fokus tematik ini bervariasi, mencakup pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan anak, isu kesehatan lingkungan, dan upaya peningkatan literasi digital masyarakat,” ucapnya.

Selama masa pengabdian, para mahasiswa UPGRIS melaksanakan serangkaian kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang sangat beragam. Kegiatan tersebut mencakup inisiatif di bidang edukasi dan literasi, pelatihan kewirausahaan, kampanye tentang lingkungan hidup, edukasi kesehatan, hingga pendampingan

Plt Camat Bergas, Slamet Widada, S.S., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa UPGRIS. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa KKN telah membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek edukasi, sosial, maupun ekonomi. Program-program yang dijalankan dinilai sangat membantu pemerintah desa dalam upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi antara UPGRIS dan Kecamatan Bergas dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” terangnya. Ia juga secara khusus mendorong mahasiswa KKN untuk berperan aktif sebagai agen perubahan sosial, terutama dalam upaya meningkatkan literasi digital dan mempromosikan kesadaran akan penggunaan media sosial yang sehat, bijak, serta produktif.

Sebagai penutup dan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan pengabdian, UPGRIS menggelar Expo KKN Tematik 2025. Acara ini berfungsi sebagai ajang untuk memamerkan hasil-hasil karya dan capaian mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat. Expo tersebut diramaikan oleh berbagai kegiatan, seperti senam bersama warga, pergelaran seni budaya lokal termasuk reog dan jaranan, hingga pentas tari oleh anak-anak desa, yang semuanya mempererat hubungan sosial dan melestarikan budaya.

Selain itu, expo juga menjadi sarana pameran produk-produk UMKM dari desa-desa lokasi KKN. Mahasiswa memainkan peran kunci dalam membantu proses branding, pengemasan, dan pemasaran digital produk-produk lokal—seperti makanan olahan khas daerah dan kerajinan tangan—dengan tujuan untuk membantu UMKM tersebut menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan kolaboratif ini, UPGRIS menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan berinovasi untuk kemajuan bangsa.