Dalam rangka mengurangi limbah botol plastik sekaligus mempercantik lingkungan desa, mahasiswa KKN Tematik Upgris Kelompok 41 berkolaborasi dengan Ibu-Ibu PKK Desa Tlompakan mengadakan kegiatan bertema “Botol Bekas Jadi Berkelas”, Tlompakan, 10 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus praktik langsung bagi masyarakat dalam mengelola sampah plastik menjadi produk kerajinan yang bernilai guna dan estetika. Acara dilaksanakan di Gedung PKK Tlompakan dengan diikuti oleh para anggota PKK dan beberapa warga setempat.
Bu Poniati selaku ketua panitia memimpin jalannya kegiatan, sementara Nadia Nur Padmasari sebagai koordinator KKN Tematik Upgris Kelompok 41 bertanggung jawab mengoordinasikan mahasiswa dan peserta dalam proses pelatihan.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat saat botol-botol bekas mulai disulap menjadi lampion-lampion cantik.
Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk mengumpulkan botol plastik bekas dari rumah masing-masing, membersihkannya, lalu memotong dan merangkainya menjadi bentuk lampion. Prosesnya membutuhkan ketelitian dan kesabaran, mulai dari tahap pemotongan hingga penyusunan rangka lampion. Selain itu, lampion juga dihias dengan warna dan ornamen sederhana agar tampil menarik saat digantung.
Bu Poniati dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak. Ia memperkenalkan konsep 3NG: Ngopeni, Nggawe, Nganggo sebagai dasar kegiatan ini.
“Kita belajar ngopeni atau merawat lingkungan dengan mengurangi sampah plastik, nggawe atau membuat sesuatu yang bermanfaat dari barang bekas, dan akhirnya nganggo atau menggunakan hasil karya tersebut untuk memperindah desa kita,” ujarnya.
Sementara itu, Nadia Nur Padmasari berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan kebiasaan baru di masyarakat Desa Tlompakan. “Kami ingin mengajak warga untuk melihat sampah bukan sebagai beban, tapi sebagai peluang untuk berkarya dan memperindah lingkungan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, ibu-ibu PKK, dan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi limbah plastik. Botol bekas yang sebelumnya tidak bernilai kini tampil berkelas, membawa suasana baru yang lebih indah dan asri bagi Desa Tlompakan.

