Antusiasme Mahasiswa UPGRIS Ikuti KKN Antar-Bangsa Terus Meningkat

Dari tahun ke tahun, mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) semakin antusias mengikuti program kuliah Kerja Nyata Antar-Bangsa. Peminatnya semakin banyak meskipun terjadi dinamika.

“Program KKN antar-bangsa ini sudah dilakukan sejak 2018 dengan grafik yang naik turun. Di awal-awal penyelenggaraan mencapai 25 peserta. Pernah juga 15 peserta, dan sekarang mengalami peningkatan menjadi 21 peserta. Popularitas PPL dan KKN naik di mata mahasiswa.”

Hal itu disampaikan oleh Kepala KUI UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., dalam acara “Send-Off Ceremony: Teaching Practice and Community Service Program in Southern Thailand” yang digelar di Gedung Pusat Lantai 2, pada  13 Januari 2026. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasioanl (KUI) UPGRIS bekerja sama dengan Al Hidayah Foundation, Thailand.

Nur Hidayat menambahkan, program tahun 2026 adalah batch ke-8. Mahasiswa yang ikut dalam program ini berasal dari 4 program studi, yaitu Prodi Pendidikan Anak Usia Dini, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Prodi Bimbingan Konseling, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Total peserta sebanyak 21 mahasiswa.

“Mereka akan ditempatkan di 4 sekolah, di provinsi Yala dan Hattai. Sebelum ke sana, mereka telah mengikuti tiga kali pembekalan sebelum diberangkatkan ke Thailand. Program ini juga akan dilaksanakan selama 28 hari, dari tanggal 15 Januari sampai 13 Februari.”

Pada kesempatan yang sama, Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyebut ada banyak potensi yang bisa diraih dari proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) antar-bangsa ini. Untuk itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini juga akan memberikan bekal pengalaman yang sangat baik bagi proses karir ke depan.

“Kalian berani ambil kesempatan ini, dan itu sungguh membahagiakan. Pandai-pandailah menyesuaikan diri, sebab di luar negeri kalian akan dituntut untuk bisa bersikap baik. Dan kalian akan menjadi duta bagi UPGRIS.”(*)