Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan tantangan Program Pengenalan Lapangan (PPL) saat ini semakin besar. Hal ini seiring pergeseran sumber belajar siswa yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada guru melainkan pada teknologi dan internet.
Menurutnya, peran guru kini bergeser dari satu-satunya sumber belajar menjadi pengawal dan pembimbing siswa dalam menjelajahi dunia digital. Guru dituntut memastikan siswa memperoleh pengetahuan yang benar dan aman di tengah derasnya arus informasi.
“Anak-anak sekarang lahir di era teknologi informasi. Karena itu guru juga harus memiliki bekal teknologi agar tidak terlalu jauh jaraknya dengan siswa dan mampu mengawal mereka dengan baik,” kata rektor pada pembekalan mahasiswa magang di Balairung UPGRIS, Rabu (14/1/2026).
Rektor menekankan meskipun banyak aspek pembelajaran dapat digantikan oleh teknologi, peran guru dalam mendidik karakter dan membangun kepribadian siswa tidak dapat tergantikan. Ia menegaskan, calon guru harus mampu menjadi teladan dan menyadari bahwa tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik.
Mahasiswa PPL diharapkan mampu membuat siswa senang dan antusias datang ke sekolah serta menumbuhkan kecintaan terhadap belajar di tengah kuatnya daya tarik media sosial. “Tantangan sekarang luar biasa karena media sosial jauh lebih menarik dibandingkan membaca buku atau artikel. Maka satu-satunya cara adalah guru dan dosen menjadi teladan bagi siswa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya pemahaman karakter siswa yang beragam. Setiap siswa memiliki potensi berbeda yang memerlukan pendekatan dan perlakuan yang berbeda pula agar dapat berkembang secara optimal. Sebanyak 1.265 mahasiswa dari 13 program studi akan mengikuti magang pendidikan selama tiga bulan di sekolah.
Ketua Pusat Karir PPL dan Pemagangan LPP UPGRIS, Dr. Prasetyo, M.Pd., mengatakan, pembekalan diberikan agar mahasiswa benar-benar siap menjadi calon pendidik profesional saat terjun ke sekolah. Pembekalan dilaksanakan mencakup penguatan kompetensi pribadi, implementasi pendidikan, etika komunikasi lisan hingga pemanfaatan berbagai media.
Selain itu, pembekalan juga difokuskan pada pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Pihaknya pun menghadirkan narasumber sesuai kepakaran dari sekolah mitra yang telah ditentukan masing-masing program studi. Prasetyo optimistis mahasiswa mampu menunjukkan performa terbaik selama magang, seiring penerapan kurikulum terbaru.

