Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan rangkaian program pengabdian masyarakat yang komprehensif di Kelurahan Bangetayu Wetan sepanjang Januari hingga Februari 2026. Fokus utama dalam pengabdian ini menyasar pada tiga aspek krusial, yakni mitigasi bencana banjir, kerja bakti di aliran sungai dan kampanye sampah di TPS
Rangkaian kegiatan diawali pada 17 Januari 2026 melalui sosialisasi mitigasi bencana banjir yang menggandeng Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) Kota Semarang di Balai Kelurahan. Ketua KKN Kelompok 1 UPGRIS, Firdhi Al Ridho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.
“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat agar lebih waspada. Bencana banjir memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya, namun kita bisa meminimalisir dampaknya melalui langkah pencegahan, seperti disiplin membuang sampah pada tempatnya dan rutin melakukan gotong royong di lingkungan sekitar,” ujar Firdhi.
Menindaklanjuti teori tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS terjun langsung dalam aksi nyata di lapangan. Fredi, selaku Sie Mitigasi Bencana, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai aksi konkret, bukan sekadar pemaparan materi. Berdasarkan hasil survei lokasi, tim menemukan kondisi Sungai Bukel yang cukup memprihatinkan.
“Kegiatan ini bukan hanya sekedar sosialisasi. Kami menginisiasi kerja bakti dan gerakan ‘Resik Sungai’ karena saat survei, kami melihat tumpukan sampah dan tumbuhan liar yang menyumbat aliran air secara signifikan. Kami merasa perlu terjun langsung mengajak warga sebagai langkah awal mitigasi bencana banjir di wilayah ini,” tegas Fredi.
Komitmen mahasiswa KKN UPGRIS dalam mitigasi bencana banjir membuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Pada 25 Januari 2026, dilakukan kerja bakti massal untuk menormalisasi saluran drainase di wilayah RT 02 RW 03. Aksi ini kemudian berlanjut pada 1 Februari 2026 melalui gerakan ‘Resik Sungai’ di aliran Sungai Bukel, RT 06 RW 03.
Kondisi sungai yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah domestik dan vegetasi liar dibersihkan secara gotong royong untuk mengoptimalkan kembali aliran air. Sekretaris RT 06, Bapak Amin Sodik, mengapresiasi langsung inisiatif tersebut. “Kegiatan ini sangat membantu warga. Saluran Kali Bukel sering mengalami sedimentasi dan tertutup tumbuhan liar yang menghambat air. Kehadiran mahasiswa UPGRIS sangat meringankan beban warga dalam menjaga aliran sungai,” ungkapnya.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, Mahasiswa KKN UPGRIS juga menggelar ‘Aksi Simpati dan Kerja Bakti’ di wilayah RT 05 RW 05. Berkolaborasi dengan LPMK, Lurah, dan Ibu-Ibu PKK, aksi ini difokuskan pada kampanye perilaku hidup bersih di Rt 05 Rw 05 Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Lurah Bangetayu Wetan, Bapak Taufik Riskiana, S.E., menekankan pentingnya sinergi ini untuk menertibkan tata kelola limbah warga. “Harapan saya pihak terkait dapat segera mengaktifkan TPS 3R di Bangetayu Wetan agar pengelolaan sampah menjadi lebih tertib,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Ketua LPMK, Bapak Tejo Sumanta, mengajak masyarakat untuk disiplin tidak membuang sampah sembarangan karena dapat mengganggu kenyamanan dan memicu banjir.
Melalui integrasi kegiatan antara sosialisasi, aksi fisik pembersihan sungai, hingga kampanye persuasif di TPS, KKN Kelompok 1 UPGRIS berharap masyarakat Bangetayu Wetan dapat lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan bencana, sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong yang berkelanjutan.(*)

