Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program kerja bidang pendidikan berupa kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dengan fokus pembelajaran membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid di Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini dilaksanakan selama rentang waktu 20 Januari hingga 8 Februari sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di masyarakat.
Kegiatan TPQ ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga remaja yang berdomisili di Desa Bonto Salama. Pembelajaran dilakukan secara rutin dengan metode pendampingan langsung, meliputi pengenalan huruf hijaiyah, pembelajaran makhraj huruf, serta penerapan kaidah-kaidah tajwid agar peserta didik mampu membaca Al-Qur’an secara baik dan benar. Selain itu, mahasiswa juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Desa Bonto Salama merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat beragama Islam dan memiliki perhatian terhadap pendidikan keagamaan. Namun demikian, masih terdapat anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar dan sesuai kaidah tajwid. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya program TPQ ini. Mahasiswa KKN UPGRIS berinisiatif menghadirkan pendampingan belajar sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan karakter religius generasi muda di desa tersebut.
Kepala Desa Bonto Salama, Arfah M., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di wilayahnya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan TPQ yang dilaksanakan mahasiswa KKN UPGRIS. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak kami dalam belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar,” ujar Arfah M.
Hal senada juga disampaikan oleh Ustadz Abd. Karim selaku pengajar TPQ di Desa Bonto Salama. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat baru bagi anak-anak dalam belajar. “Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, anak-anak menjadi lebih antusias dan percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Pembelajaran tajwid yang diberikan juga membantu mereka memahami cara membaca yang benar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibu Harmin yang juga selaku pembina TPQ Desa Bonto Salama menambahkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan karakter anak-anak. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat bermanfaat dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tuturnya.
Syahrul Ramadhan selaku mahasiswa KKN UPGRIS sekaligus pelaksana kegiatan TPQ menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. “Melalui kegiatan TPQ ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak Desa Bonto Salama. Kami juga ingin menumbuhkan semangat belajar serta kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ungkapnya.
Secara umum, tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Adapun manfaat yang diharapkan meliputi tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an, meningkatnya keterampilan membaca secara tartil, serta terbentuknya generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Melalui program TPQ ini, mahasiswa KKN UPGRIS menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Desa Bonto Salama serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.(*)
Bottom of Form

