Wariskan Lingkungan Asri, KKN UPGRIS Kelompok 12 Revitalisasi Taman Toga

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 12 kembali membuat cerita bermakna di tengah masyarakat Kelurahan Karangrejo, khususnya di wilayah RT 02 RW 02. Sebanyak 15 mahasiswa yang diketuai oleh Adisti ini tidak hanya hadir untuk menggugurkan kewajiban akademis, melainkan membawa misi untuk meninggalkan jejak fisik yang bermanfaat bagi ekosistem desa serta mempererat ikatan sosial antarwarga.

Sebagai langkah nyata dalam aspek lingkungan, KKN Kelompok 12 mengambil peran aktif dalam merawat keberadaan Taman Toga (Tanaman Obat Keluarga) yang telah menjadi aset berharga warga setempat. Menyadari bahwa taman ini memiliki potensi besar namun memerlukan sentuhan pembaruan, mahasiswa bergerak cepat menginisiasi kerja bakti.

Dengan semangat gotong royong yang tinggi, mahasiswa dan warga bahu-membahu melakukan pemeliharaan rutin. Kegiatan dimulai dari membersihkan rumput liar yang mulai meninggi, memangkas tanaman pagar agar lebih rapi, hingga menata ulang tata letak tanaman agar terlihat lebih asri dan sedap dipandang mata.

Tak sekadar merapikan fisik taman, para mahasiswa juga berinisiatif melengkapi koleksi tanaman dengan mendistribusikan bibit-bibit baru. Berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan serai ditanam untuk memperkaya variasi vegetasi. Penambahan bibit ini bertujuan memperkuat fungsi taman sebagai “apotek hidup” di pekarangan warga. Harapannya, tanaman-tanaman ini sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan kecil maupun sebagai penjaga imunitas dan kesehatan keluarga secara alami.

Di luar kegiatan fisik, kedekatan antara mahasiswa dan warga kian terasa lewat partisipasi mereka dalam program “Ahad Berkah”. Program sosial berbagi sayuran segar ini sejatinya merupakan tradisi rutin yang telah lama berjalan. Ibu Umar, selaku Koordinator Ahad Berkah di Karangrejo, menyambut hangat keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dan energi positif dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat terbantu oleh mas mbak KKN, biasanya persiapan Ahad Berkah ini kami kerjakan sendiri bersama ibu-ibu, tapi kali ini suasananya lebih hidup karena adik-adik mahasiswa ikut turun tangan. Mereka sangat cekatan membantu kami memilah bahan pokok dan membungkusnya menjadi paket-paket yang siap dibagikan,” ujar Ibu Umar.

Tak hanya sekadar menyumbangkan tenaga, mahasiswa juga menunjukkan kepedulian nyata dengan turut menjadi donatur. Mereka berinisiatif menyisihkan sebagian anggaran kelompok untuk membelikan sayuran segar tambahan guna melengkapi donasi yang sudah terkumpul dari warga.

Sebagai puncak dari program kerja lingkungan sekaligus penanda berakhirnya masa pengabdian KKN di Karangrejo, Adisti dan rekan-rekannya menyerahkan fasilitas Bank Sampah. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Ketua RW 02 di hadapan warga setempat. Fasilitas ini diharapkan menjadi modal awal yang krusial bagi warga untuk memulai sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terorganisir, dan bernilai ekonomis.

Dalam sambutan perpisahannya, Adisti menekankan pentingnya keberlanjutan dari setiap program yang telah disentuh oleh mahasiswa.

“Program kerja bakti, pemberian bibit, hingga partisipasi kami di Ahad Berkah adalah upaya kami untuk membersamai semangat warga yang sudah luar biasa. Namun, warisan terbesar yang ingin kami tinggalkan secara fisik adalah sistem Bank Sampah ini. Kami berharap fasilitas ini dapat dikelola terus oleh Pak RW dan pengurus lingkungan, sehingga sampah di RT 02 RW 02 tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi berkah yang bernilai ekonomi bagi kas RT,” tegas Adisti.

Melalui integrasi program revitalisasi lahan, dukungan terhadap tradisi berbagi Ahad Berkah, serta penguatan manajemen sampah, KKN UPGRIS Kelompok 12 berharap RT 02 RW 02 Karangrejo dapat terus tumbuh menjadi kawasan percontohan yang guyub, hijau, dan mandiri.(*)