Gandeng Damkar Kabupaten Semarang, KKN UPGRIS 08 Gelar Simulasi Kebakaran di Kelurahan Kalirejo

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 menggelar kegiatan simulasi penanganan kebakaran dan kebocoran gas di Kelurahan Kalirejo, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 15.30 s.d. 17.30 WIB, bertempat di halaman Masjid Jami Nurul Yaqin Kalirejo, dan diikuti oleh warga dari berbagai kalangan, terutama ibu-ibu PKK lingkup RW 03 dan RW 04.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN UPGRIS 08 yang berfokus pada edukasi kebencanaan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggandeng Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang sebagai narasumber utama dan instruktur simulasi. Kolaborasi ini dilakukan agar masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan langsung dari pihak yang berpengalaman dalam penanganan kebakaran.

Simulasi penanganan kebakaran dan kebocoran gas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga mengenai potensi bahaya kebakaran di lingkungan pemukiman, khususnya yang bersumber dari aktivitas rumah tangga seperti penggunaan kompor gas dan instalasi listrik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali warga dengan langkah-langkah penanganan awal agar dapat bertindak cepat dan tepat sebelum bantuan petugas tiba.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi singkat oleh Tim Damkar Kabupaten Semarang mengenai penyebab umum terjadinya kebakaran, risiko kebocoran gas LPG, serta kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Setelah itu, peserta diajak mengikuti simulasi langsung, mulai dari cara memadamkan api skala kecil, teknik penggunaan alat pemadam sederhana, hingga tindakan aman saat terjadi kebocoran gas di rumah.

Lurah Kalirejo, Jarwo Supriyadi. S.E., M.M., menyampaikan pesan dan kesannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Pertama terima kasih teman-teman dari KKN UPGRIS, kemudian terima kasih kepada Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang. Kegiatan ini sangat-sangat bagus sekali. Pengetahuan yang kita dapatkan hari ini sangat kita perlukan dan kita butuh sekali. Walaupun kita hanya berharap ilmu yang kita dapat hari ini dipergunakan sebagai pengetahuan, ke depan saya berharap tidak sampai terjadi kebakaran. Artinya kita harus meningkatkan kewaspadaan untuk antisipasi. Namun demikian, apabila sampai ada kejadian, kita sudah tahu langkah yang harus dilakukan sehingga tidak ada kepanikan. Jika kita tidak tahu atau tidak mampu, kita harus berkoordinasi dengan pihak terkait.”

Sementara itu, Koordinator Lapangan dari Damkar Kabupaten Semarang juga menyampaikan pesan kepada peserta, khususnya generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar dan menuntut ilmu, menghormati serta tidak membantah orang tua, karena keberhasilan seseorang sangat bergantung pada restu dan doa orang tua. Selain itu, ia menekankan pentingnya sikap saling membantu dan bekerja sama, baik dengan teman maupun keluarga, dalam menghadapi berbagai kesulitan kehidupan sehari-hari.

Koordinator Kelurahan Kalirejo turut menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan kegiatan simulasi tersebut. Ia mengatakan, “Alhamdulillah kegiatan simulasi berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena menambah wawasan warga terkait pencegahan serta penanganan awal kebakaran dan kebocoran gas. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak warga, sehingga kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat dan lingkungan Kelurahan Kalirejo menjadi lebih aman serta tangguh terhadap risiko kebakaran.”

Melalui kegiatan simulasi ini, KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap masyarakat Kelurahan Kalirejo semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, mampu mengendalikan kepanikan, serta mengetahui langkah awal yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran atau kebocoran gas. Dengan adanya edukasi dan praktik langsung ini, diharapkan risiko dan dampak kebakaran di lingkungan pemukiman dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan instansi terkait dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh akan bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya tanggap bencana secara berkelanjutan di masyarakat.(*)