Gerakan Donasi Buku oleh KKN UPGRIS Kelompok 13Desa Kawengen Dukung Penguatan Literasi Siswa SDN Kawengen 02

Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang bertugas di Desa Kawengen melaksanakan program donasi buku untuk memperbarui perpustakaan SDN Kawengen 02. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa sekaligus meningkatkan koleksi bahan bacaan yang berkualitas, menarik, dan memadai untuk kebutuhan pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, alumni, komunitas literasi, serta lembaga pendidikan yang ingin berkontribusi dalam memperkuat budaya membaca di lingkungan sekolah.

Program penggalangan dana buku ini berlangsung di SDN Kawengen 02 yang terletak di Desa Kawengen, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 19 Januari hingga 11 Februari 2026, dan hasil donasi telah diserahkan kepada pihak sekolah pada 14 Februari 2026. Proses pengumpulan donasi dilakukan melalui posko KKN di Desa Kawengen dan juga melalui pengiriman langsung oleh para donatur. Buku yang diterima mencakup buku pelajaran, buku cerita anak, ensiklopedia, buku pengetahuan umum, dan bahan bacaan edukatif lain yang masih dalam kondisi layak.

Penanggung jawab KKN UPGRIS Kelompok 13, Shobih Khusnal Latif, menyatakan bahwa inisiatif ini muncul setelah adanya pengamatan oleh mahasiswa mengenai kondisi perpustakaan sekolah yang memiliki koleksi dan fasilitas yang kurang memadai. Dia menjelaskan bahwa pembaruan perpustakaan tidak hanya menyangkut perbaikan ruang, tetapi juga peningkatan kualitas serta variasi bahan bacaan yang ada.

“Kami melihat peran perpustakaan sangat krusial dalam menanamkan minat baca dari usia dini. Namun, ketersediaan buku di SDN Kawengen 02 masih belum cukup. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk turut serta dalam gerakan donasi buku agar siswa mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pengetahuan,” ungkap Latif.

Kepala Perpustkaan SDN Kawengen 02, Ivan yudha Prasetya, juga menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif yang diambil oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13. Ia mengatakan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan sarana literasi di sekolah.

“Kami sangat menghargai kepedulian mahasiswa KKN yang telah berupaya menggalang donasi buku untuk sekolah kami. Meskipun siswa sangat antusias membaca, koleksi buku yang ada masih terbatas. Dengan adanya program ini, kami berharap perpustakaan dapat menjadi tempat belajar yang lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak,” ucap Ivan yudha Prasetya.

Ia juga berharap bahwa gerakan donasi buku akan terus berlanjut setelah program KKN selesai, dan dapat melibatkan lebih banyak pihak. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Program penggalangan dana buku ini tidak hanya ditujukan untuk menambah koleksi perpustakaan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran sosial masyarakat mengenai pentingnya literasi. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13 berusaha membangun kerjasama antara sekolah, masyarakat, dan relawan pendidikan untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih kuat di Desa Kawengen.

Sedangkan mekanisme pengumpulan donasi dilakukan dengan menyerahkan buku secara langsung ke posko KKN UPGRIS Kelompok 13 di Desa Kawengen atau menghubungi panitia untuk penjemputan donasi. Buku yang didonasikan harus dalam kondisi baik, tidak rusak parah, dan sesuai untuk usia pembaca di level sekolah dasar. Semua buku yang berhasil terkumpul akan dicatat, diseleksi, dan ditempatkan di perpustakaan SDN Kawengen 02.

Melalui program ini, mahasiswa menginginkan revitalisasi perpustakaan dapat memperbaiki mutu pendidikan sementara juga membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. Dengan adanya beragam dan menariknya bahan bacaan, diharapkan para siswa akan semakin terinspirasi untuk belajar dan memperluas pengetahuan mereka.

Inisiatif penggalangan donasi buku untuk revitalisasi perpustakaan SDN Kawengen 02 merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerjasama antara universitas, sekolah, dan komunitas dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di wilayah tersebut. Diharapkan, dukungan dari berbagai pihak bisa menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi yang berguna bagi generasi yang akan datang.(*)