Edukasi Cuci Tangan Enam Langkah di KB Warna Pelangi melalui Pendekatan Literasi Digital

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 38 melaksanakan program kerja (proker) Pendidikan Literasi Digital bertajuk Edukasi Cuci Tangan Enam Langkah bagi anak-anak KB (Kelompok Bermain) Warna Pelangi pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di KB Warna Pelangi dengan sasaran utama peserta didik usia 3–4 tahun. Program tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini melalui metode pembelajaran interaktif yang menyenangkan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital sebagai media penyampaian edukasi kesehatan yang efektif dan mudah dipahami anak-anak. Di era perkembangan teknologi informasi, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengemas materi kesehatan menjadi konten edukatif yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.

Penanggung jawab proker Pendidikan Literasi Digital KKN UPGRIS Kelompok 38, Allif Reza Fauzi dan Muhamad Raikhan Ilham Firmansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia dini. Mereka menuturkan bahwa melalui pendekatan literasi digital, materi disampaikan dengan bantuan media visual, lagu edukatif, serta demonstrasi langsung agar anak-anak lebih mudah memahami dan mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan benar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KKN kepada anak-anak KB Warna Pelangi. Suasana dibuat hangat dan menyenangkan agar peserta didik merasa nyaman berinteraksi dengan orang baru. Pendekatan yang ramah, komunikatif, dan penuh semangat menjadi strategi utama agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan antusias.

Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai upaya mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan interaktif, sehingga anak-anak dapat memahami manfaat mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan penjelasan sekaligus demonstrasi cuci tangan enam langkah sesuai standar kesehatan. Demonstrasi dilakukan secara bertahap, mulai dari membasahi tangan, menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, hingga ibu jari dan pergelangan tangan. Untuk meningkatkan semangat belajar, mahasiswa juga mengajak peserta menyanyikan lagu bertema cuci tangan sehingga proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama. Anak-anak diajak mempraktikkan secara langsung enam langkah cuci tangan dengan pendampingan mahasiswa. Setiap gerakan diperhatikan dan diarahkan agar sesuai dengan tahapan yang telah dijelaskan. Pendampingan ini bertujuan membentuk kebiasaan yang benar sejak dini serta meningkatkan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri.

Kepala Sekolah KB Warna Pelangi, Ibu Khalyun Dwi Kusumaningrum, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat senang dan berterima kasih dengan “Program Cuci Tangan Enam Langkah’ yang diadakan oleh mahasiswa KKN UPGRIS di KB Warna Pelangi. Banyak manfaat yang kami rasakan secara langsung, yaitu keberanian anak untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang baru. Anak-anak kami yang usianya antara 3–4 tahun terkadang takut untuk bertemu dengan orang baru, tetapi karena para mahasiswa ini mendekati anak dengan kata-kata yang ramah, sedikit lucu, dengan lagu yang menyenangkan, anak menjadi suka,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut berdampak positif terhadap kemandirian anak. “Anak-anak juga menjadi lebih mandiri ketika cuci tangan, tahu cara mengambil sabun, menggosok tangan, dan membilas dengan baik, sampai dengan mengeringkan tangan mereka. Tentunya latihan ini akan terekam dalam memori mereka sehingga menumbuhkan pola hidup yang bersih dan sehat,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Guru KB Warna Pelangi, Rosyhana Dwi Rahmawati. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, tidak hanya pada masa KKN. “Harapan kami untuk para mahasiswa KKN UPGRIS, hal baik seperti ini hendaknya dilakukan, tidak hanya ketika ber-KKN saja, tetapi juga dilakukan setelah benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 menunjukkan perannya sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu mengintegrasikan literasi digital dengan edukasi kesehatan. Pendekatan yang komunikatif, kreatif, dan menyenangkan terbukti efektif dalam membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.

Program Edukasi Cuci Tangan Enam Langkah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan edukatif.(*)