Edukasi Bullying Fisik hingga Cyberbullying, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 Perkuat Karakter Siswa SDN 3 Kebondalem

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 38 melaksanakan program kerja edukasi sosial berupa sosialisasi anti-bullying di SDN 3 Kebondalem pada Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter siswa melalui pemahaman komprehensif mengenai bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Sosialisasi yang menyasar siswa-siswi kelas V tersebut dilaksanakan secara interaktif dan edukatif, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 kepada siswa. Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti atau merendahkan orang lain. Siswa diperkenalkan pada empat jenis bullying yang umum terjadi di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.

Bullying fisik dijelaskan sebagai tindakan kekerasan langsung seperti memukul, menendang, mendorong, atau merusak barang milik teman. Bullying verbal meliputi ejekan, hinaan, panggilan yang merendahkan, serta ancaman yang dapat melukai perasaan korban. Bullying sosial mencakup tindakan pengucilan, penyebaran gosip, atau mempermalukan seseorang di depan umum. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai cyberbullying, yaitu perundungan yang dilakukan melalui media digital seperti pesan singkat dan media sosial. Edukasi ini penting mengingat penggunaan gawai dan akses internet yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak usia sekolah dasar.

Penanggung jawab kegiatan, Allif Reza Fauzi dan Muhamad Raikhan Ilham Firmansyah, menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif dalam membentuk karakter siswa sejak dini. “Kami ingin siswa memahami bahwa setiap bentuk bullying memiliki dampak serius, baik secara psikologis maupun sosial. Dengan pemahaman ini, kami berharap mereka dapat menjadi generasi yang berempati, saling menghargai, dan berani menolak segala bentuk perundungan,” ujar Muhamad Raikhan Ilham Firmansyah.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan dan cara melaporkan tindakan bullying. Siswa diajak untuk tidak diam apabila melihat atau mengalami perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua. Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan simulasi studi kasus sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan serta memberikan pendapat terkait situasi yang diberikan.

Sebagai bentuk penguatan nilai karakter, mahasiswa mengajak seluruh siswa menyampaikan komitmen bersama untuk menolak bullying dalam bentuk apa pun. Komitmen tersebut menjadi simbol dukungan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Guru SDN 3 Kebondalem, Nur Luthfia, S.Pd., dan Siti Fauziah, S.Pd.I., memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami sampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah memberikan sosialisasi dan ilmu untuk kelas V, dan nantinya bisa diterapkan apa yang sudah diberikan oleh mahasiswa KKN UPGRIS,” ujar Nur Luthfia, S.Pd.

Pihak sekolah juga berpesan agar mahasiswa KKN terus mengabdi di masyarakat dengan lebih baik serta mampu bersosialisasi secara ramah anak. Harapannya, kegiatan KKN dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menunjukkan peran sebagai agen perubahan sosial dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. Pencegahan bullying sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial yang tinggi.(*)