Longsor Tutup Akses Jalan di Jl. Dliwang, Mahasiswa KKN UPGRIS Turun Tangan Meski Diguyur Hujan

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kecamatan Ungaran Barat sejak siang hari mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Jalan Dliwang RT 05/RW 03, Kelurahan Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (2/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Longsor tersebut menutup akses gang menuju tiga rumah warga serta posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Material longsor berasal dari pondasi salah satu rumah warga yang berada di samping posko KKN UPGRIS Kelompok 15. Kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi menyebabkan pergeseran tanah hingga runtuh ke badan jalan. Akibat kejadian tersebut, aktivitas warga dan mobilitas mahasiswa KKN sempat terganggu karena akses jalan tidak dapat dilalui.

Menanggapi kejadian tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS bersama warga setempat langsung melakukan gotong royong membersihkan material longsor meskipun hujan masih turun. Kegiatan ini turut dipantau oleh Ketua RT 05, perangkat Kelurahan Ungaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Ungaran guna memastikan proses pembersihan berjalan aman.

Koordinator Lapangan KKN UPGRIS Kelurahan Ungaran, Titis Nurina S.Pd., Jas., M.Or., mengatakan bahwa pembersihan dilakukan segera karena akses gang tersebut sangat vital bagi warga dan posko KKN.

“Akses ini merupakan jalur utama menuju tiga rumah warga dan posko KKN. Karena itu, meskipun hujan belum sepenuhnya reda, kami bersama warga berupaya membersihkan material longsor agar jalan dapat segera digunakan kembali,” terangnya.

Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop. Mahasiswa dan warga bekerja secara bergantian dengan tetap memperhatikan keselamatan, mengingat potensi longsor susulan masih ada selama hujan berlangsung.

Selain pembersihan, mahasiswa KKN UPGRIS juga melakukan upaya pencegahan dengan memberikan bibit tanaman kepada warga untuk ditanam di area rawan longsor. Penanaman tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari.

Salah satu perangkat Kelurahan Ungaran, Rizki Afriana S.E., mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa KKN UPGRIS dalam membantu warga terdampak. “Kami mengapresiasi semangat gotong royong mahasiswa KKN UPGRIS yang sigap membantu warga bersama Ketua RT, perangkat kelurahan, BPBD Kabupaten Semarang, dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran semua pihak ini penting untuk memastikan situasi tetap aman,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kepada pihak RT atau kelurahan apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan sekitar. Melalui sinergi antara mahasiswa, warga, dan unsur pemerintah setempat, akses gang yang tertutup longsor berhasil dibersihkan secara bertahap, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*)