Upaya pencegahan perundungan (bullying) di sekolah terus digencarkan. Hal ini terlihat dari kegiatan KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kelompok 17 yang mengadakan sosialisasi bertema “Bersama Lawan Bullying” di MI Nyatnyono 02, Kabupaten Semarang, 16 September 2025.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas 6 yang menjadi kelompok usia rawan menghadapi maupun terlibat dalam praktik bullying.
Acara berlangsung penuh antusiasme. Mahasiswa KKN mengemas materi dengan cara menarik, mulai dari simulasi kasus bullying, pemaparan tentang dampak psikologis bagi korban, hingga role play yang melibatkan siswa secara langsung.
Tujuannya agar anak-anak lebih mudah memahami bahwa perundungan dapat merugikan banyak pihak, baik korban maupun lingkungan sekolah.
Koordinator KKN Tematik UPGRIS Kelompok 17 Desa Nyatnyono menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap isu sosial di sekolah dasar.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu apa itu bullying, tetapi juga berani menolak dan mencegahnya bersama-sama,” jelasnya.
Kepala Sekolah MI Nyatnyono 02 menambahkan, edukasi semacam ini penting karena sebagian besar siswa mulai berinteraksi lebih luas dan menghadapi berbagai perbedaan karakter.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap anak-anak bisa lebih memahami cara berteman yang sehat dan menghargai satu sama lain,” tuturnya.
Kegiatan “Bersama Lawan Bullying” yang digagas KKN Tematik UPGRIS kelompok 17 ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran anti-perundungan sejak dini, serta mendukung program sekolah ramah anak yang sedang dicanangkan pemerintah.

