Dari Senam Sehat hingga UMKM, Expo KKN UPGRIS 2026 Ramaikan Kecamatan Pedurungan

Halaman Kantor Kecamatan Pedurungan sudah ramai sejak pagi saat Expo Inovasi Untuk Negeri KKN UPGRIS 2026 digelar pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dan dipadati warga yang ingin ikut serta dalam berbagai acara yang telah disiapkan panitia.

Expo tersebut mengangkat tema “Jembatan Antar Generasi untuk Membangun Negeri”. Tema ini menjadi semangat utama dalam mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dalam satu kegiatan bersama. Acara dibuka untuk umum dan dimulai pukul 07.00 WIB.

Sejak pagi, warga Pedurungan berdatangan ke lokasi. Mereka mengikuti senam sehat bersama yang menjadi pembuka kegiatan. Selain itu, ada juga ajang Pedurungan Got Talent yang menarik perhatian pengunjung. Tidak sedikit warga yang antusias menyaksikan penampilan peserta. Di area lain, stand-stand UMKM lokal juga ikut meramaikan acara. Produk-produk tersebut bahkan dilombakan dalam rangkaian expo. Berbagai doorprize turut dibagikan sehingga menambah semarak suasana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang tahun 2026. Melalui expo ini, mahasiswa diharapkan bisa lebih dekat dengan masyarakat. Mereka juga memperkenalkan berbagai inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menjelaskan bahwa sebelum menjalankan program pengabdian, mahasiswa wajib melakukan observasi awal. Observasi dilakukan di lokasi KKN masing-masing. Tujuannya untuk mengetahui potensi dan kebutuhan daerah, terutama dalam menjalankan program ketahanan pangan.

Ia menyampaikan bahwa setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda. Ada perbedaan antara kawasan perkotaan dan pedesaan. Karena itu, program yang dijalankan harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Di wilayah perkotaan, misalnya, lahan yang tersedia biasanya terbatas. Hal ini menjadi tantangan dalam menjalankan program ketahanan pangan.

Menurutnya, keterbatasan lahan bisa diatasi dengan cara sederhana. Warga dapat menanam sayuran atau buah-buahan menggunakan pot atau media tanam lain yang praktis. Cara ini dinilai tetap efektif meski tidak memiliki halaman yang luas.

Selain fokus pada ketahanan pangan, mahasiswa KKN UPGRIS juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan pangan lokal dan variasi makanan bergizi. Harapannya, masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Untuk mendukung program tersebut, UPGRIS bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam pembekalan mahasiswa sebelum terjun ke lapangan, turut dihadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup sebelum menjalankan program.

Pada tahun 2026 ini, sebanyak 587 mahasiswa dari tujuh fakultas diterjunkan dalam program KKN. Kegiatan berlangsung hampir dua bulan, mulai 13 Januari hingga 3 Maret 2026. Para mahasiswa ditempatkan di beberapa daerah, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Pati, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal.

Secara keseluruhan, lokasi KKN mencakup delapan kecamatan dan 48 desa atau kelurahan. Selain ketahanan pangan, mahasiswa juga menjalankan program di bidang pendidikan, literasi digital, kewirausahaan, pariwisata lokal, lingkungan.(*)