Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa diseminasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi merupakan forum strategis untuk menyamakan persepsi antarperguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah.
Melalui kegiatan yang difasilitasi oleh UPGRIS dan diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VI di Kampus IV UPGRIS pada Selasa 7 April 2026, diharapkan agar seluruh peserta yaitu perwakilan perguruan tinggi memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya peningkatan kinerja utama perguruan tinggi.
Menurut Rektor, implementasi IKU tidak hanya berkaitan dengan pencapaian administratif, tetapi juga merupakan wujud tanggung jawab perguruan tinggi terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan. Dengan begitu ada dampak nyata terhadap kompetensi dan daya saing lulusan di masyarakat.
Rektor menambahkan, di lingkungan UPGRIS implementasi IKU juga diperkuat melalui kontrak kinerja antara rektor dengan para dekan dan pimpinan program studi. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan IKU tidak berhenti di tingkat rektorat saja, melainkan benar-benar dijalankan hingga level pelaksana akademik di fakultas dan program studi.
“Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan implementasi IKU tidak sekadar menjadi indikator di atas kertas, tetapi harus berdampak secara substansial bagi lulusan,” ucapnya. Karena itu, menurut Rekto perguruan tinggi perlu berhenti memandang IKU sebagai beban administratif atau sekadar instrumen kompetisi antarperguruan tinggi.
Lebih lanjut, Sri Suciati menekankan bahwa IKU sejatinya merupakan indeks kualitas yang menunjukkan indikator proses pendidikan telah berjalan dengan benar. “UPGRIS siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.” Kolaborasi tersebut, kata dia, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan bersama, yakni peningkatan kualitas perguruan tinggi sekaligus kualitas lulusan yang dihasilkan.
Pada kesempatan yang semua, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI (Jawa Tengah) Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menyampaikan materi berjudul “Transformasi Perguruan Tinggi Berdampak melalui Implementasi IKU Kemdiktisaintek”.
Ditegaskan bahwa perguruan tinggi harus menghasilkan dampak nyata, bukan hanya aktivitas akademik. “Empat poin penting dalam paradigma baru IKU perguruan tinggi, yaitu outcome, dampak, kontribusi, dan ekosistem.”
Kinerja perguruan tinggi memiliki outcome yang jelas, baik itu lulusan mampu produk penelitian dan pengabdian. Selain itu juga ada dampak yang nyata, serta memiliki kontribusi di masyarakat, sehingga mampu membentuk ekosistem yang sehat bagi capaian IKU.”(*)

