Mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 08 melakukan pelatihan membuat sabun cuci piring di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Minggu (28/9/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pembuatan sabun cuci piring yang hemat, higienis, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN-T UPGRIS 08 dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa, khususnya bagi kelompok ibu-ibu PKK di RT 04 RW 02. Selly Berlian selaku penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Kami ingin memberikan edukasi tentang pentingnya menggunakan produk ramah lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa sabun cuci piring buatan sendiri bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan bagi ibu-ibu PKK,” ujar Selly Berlian.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai manfaat penggunaan produk ramah lingkungan serta pengenalan bahan-bahan dasar pembuatan sabun cuci piring, seperti biang sabun, air, dan garam.
Setelah sesi penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan demontrasi langsung pembuatan sabun cuci piring. Mahasiswa KKN-T UPGRIS 08 menunjukan langkah-langkah pencampuran biang sabun dengan air dan garam.
Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti proses pembuatannya, bahkan beberapa di antaranya ikut mencoba membuat sabun sendiri dengan bimbingan mahasiswa.
Ibu Yayah selaku ketua PKK RT 04 RW 02 mengaku senang dengan kegiatan ini karena memberikan ilmu baru yang sangat bermanfaat.
“Selama ini kami beli sabun jadi di toko, tapi sekarang jadi tahu cara membuatnya sendiri. Selain lebih hemat, sabun ini juga aman digunakan dan bisa dijual untuk menambah penghasilan,” ungkapnya.
Pada pelatihan ini, mahasiswa KKN-T UPGRIS 08 menunjukkan peran aktifnya dalam memberdayakan masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini pula harapannya, masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh, sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk memanfaatkan sumber daya sederhana di sekitar mereka dalam menciptakan produk ramah lingkungan yang bernilai jual tinggi.

