Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 38 Kebondalem memberikan edukasi pemanfaatan minyak jelantah melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dalam pertemuan rutin Tim Penggerak PKK Kelurahan Kebondalem. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis tanggal 5 febuari 2026 pukul 15.30 WIB bertempat di Kantor Kelurahan Kebondalem, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN UPGRIS Kelompok 38 Kebondalem yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan limbah rumah tangga berbasis lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK terhadap pentingnya pengolahan limbah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan, sekaligus memberikan keterampilan baru yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Rangkaian acara diawali dengan kultum sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dalam kegiatan kemasyarakatan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PKK Kelurahan Kebondalem, Indah Budiyanti, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 Kebondalem yang telah mengisi materi dalam forum pertemuan PKK.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 Kebondalem yang telah memberikan pelatihan pada pertemuan PKK hari ini. Edukasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru tentang cara mengelola minyak jelantah agar lebih berguna dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Indah Budiyanti, S.Pd., Ketua PKK Kelurahan Kebondalem.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Nunung Widiasuti selaku Kader PKK Kelurahan Kebondalem. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu dalam mengembangkan kreativitas di rumah.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa minyak jelantah tidak harus dibuang begitu saja. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat menjadi produk seperti lilin aromaterapi yang menarik dan bermanfaat,” tutur Nunung Widiasuti.
Ketua KKN UPGRIS Kelompok 38 Kebondalem, Saeful Diyan Pratama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami berharap program kerja ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui edukasi sederhana namun aplikatif, mahasiswa dapat berbagi ilmu yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkap Saeful Diyan Pratama, Ketua KKN UPGRIS Kelompok 38 Kebondalem.
Memasuki acara inti, pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi dipandu oleh Azka Dzikra Rabbani selaku Penanggung Jawab (PJ) Program Kerja Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi KKN UPGRIS Kelompok 38 Kebondalem. Dalam penjelasannya, Azka memaparkan latar belakang pentingnya pengolahan minyak jelantah dari sisi lingkungan dan kesehatan.
“Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan saluran air. Oleh karena itu, kami menginisiasi pelatihan ini agar limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai estetika,” jelas Azka Dzikra Rabbani.
Dalam sesi demonstrasi, dijelaskan secara sistematis tahapan pembuatan lilin, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah untuk memastikan kebersihannya, pencampuran dengan bahan dasar lilin, penambahan essential oil sebagai pewangi, hingga penggunaan pewarna kimia untuk mempercantik tampilan produk. Para peserta terlihat antusias mengikuti proses tersebut dan aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan maupun potensi pengembangan produk sebagai usaha rumahan.
Proses pengerasan lilin membutuhkan waktu kurang lebih 1 x 24 jam hingga siap digunakan. Sambil menunggu proses tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan agenda rutin PKK, yaitu pengundian arisan anggota. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak hangat dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Setelah acara selesai, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 bersama ibu-ibu PKK melaksanakan sesi dokumentasi berupa foto dan video sebagai bagian dari laporan kegiatan dan publikasi institusi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program kerja yang edukatif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Edukasi pemanfaatan minyak jelantah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga di Kelurahan Kebondalem.(*)

