KKN UPGRIS Dukung Karangrejo Menjadi Lingkungan Sehat dan Bebas Jentik

Fluktuasi cuaca yang tidak menentu serta potensi peningkatan kasus penyakit musiman menjadi perhatian serius di tengah masyarakat. Merespons kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 12 menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu program pengabdian mereka di Kelurahan Karangrejo.

Salah satu fokus utama mahasiswa adalah mengoptimalkan pelaksanaan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang merupakan agenda rutin di wilayah tersebut. Mahasiswa menilai bahwa keberlanjutan program PSN sangat krusial untuk memutus mata rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) secara efektif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan kunjungan ke rumah warga satu per satu untuk melakukan pemantauan jentik berkala. Mereka memeriksa kondisi sanitasi secara teliti, mulai dari bak mandi hingga tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa juga memberikan edukasi penguatan mengenai penerapan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) kepada setiap pemilik rumah.

Selain aksi pencegahan, mahasiswa juga hadir berkontribusi dalam menjaga kesehatan warga pada kegiatan Posyandu yang digelar Sabtu, 7 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 12 berkolaborasi penuh dengan kader kesehatan setempat yang diketuai oleh Ibu Veronika. Fokus utama kegiatan adalah pemantauan kesehatan rutin dan pemberian vitamin gratis untuk mendongkrak daya tahan tubuh warga.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi pada hari pelaksanaan. Berdasarkan data registrasi, tercatat total 53 warga memadati lokasi pelayanan. Partisipasi mencakup berbagai kalangan usia, mulai dari 12 orang lansia yang melakukan pemeriksaan kesehatan umum, 3 remaja yang mendapatkan konsultasi kesehatan, 10 orang dewasa, hingga kelompok rentan yakni balita sebanyak 28 anak yang mendapatkan penimbangan berat badan dan asupan vitamin.

Ibu Veronika, selaku Ketua Posyandu Kelurahan Karangrejo, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para mahasiswa. Menurutnya, dukungan tenaga dari mahasiswa sangat berdampak pada efisiensi pelayanan Posyandu.

“Kehadiran teman-teman mahasiswa sangat membantu kami para kader, terutama dalam pendataan dan pembagian vitamin. Dengan tingginya jumlah balita dan lansia yang hadir hari ini, bantuan mahasiswa membuat alur pelayanan menjadi lebih cepat, tertib, dan warga dapat terlayani dengan optimal,” ujar Veronika.

Melengkapi upaya pencegahan dan pengobatan, KKN Kelompok 12 juga menyentuh aspek promotif melalui kegiatan olahraga. Setiap Minggu pagi, suasana di Kelurahan Karangrejo menjadi lebih semarak dengan kehadiran mahasiswa yang berbaur dalam kegiatan senam sehat rutin bersama ibu-ibu PKK.

Namun, ada hal istimewa pada beberapa kesempatan senam pagi tersebut. Sebagai bentuk dukungan total terhadap pengabdian anak-anaknya, salah satu orang tua dari anggota mahasiswa KKN Kelompok 12 turut hadir dan berperan langsung menjadi instruktur senam. Momen ini menjadi kejutan manis bagi warga. Dengan gerakan yang energik dan profesional, sang instruktur tamu berhasil membakar semangat ibu-ibu PKK, menjadikan suasana olahraga pagi terasa lebih segar dan berbeda dari biasanya. Kolaborasi unik antara mahasiswa, orang tua, dan warga ini menciptakan ikatan kekeluargaan yang hangat di Karangrejo.

Menutup rangkaian kegiatan, Adisti selaku Ketua Kelompok menekankan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga dari berbagai sisi.

“Kami sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari rutinitas positif warga. Besar harapan kami, semangat kolaborasi dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kebugaran tubuh ini terus konsisten dijalankan, demi terciptanya masyarakat Karangrejo yang sehat, mandiri, dan sejahtera di masa depan,” pungkas Adisti.