Luncurkan QRIS Door to Door untuk UMKM di Dusun Genurid

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program pendampingan digitalisasi pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kawengen, Kabupaten Semarang.

Program tersebut diwujudkan melalui pembuatan dan aktivasi QRIS bagi para pelaku usaha di Dusun Genurid dengan metode kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong transformasi transaksi tunai menuju sistem pembayaran non-tunai yang lebih praktis, aman, dan efisien.

Kegiatan ini menyasar warung kelontong, pedagang rumahan, serta usaha kecil lain yang selama ini masih mengandalkan pembayaran secara tunai. Mahasiswa KKN tidak hanya mengundang pelaku UMKM ke satu titik lokasi kegiatan di Dusun Genurid, tetapi juga aktif mendatangi kediaman warga untuk memastikan seluruh pelaku usaha memperoleh informasi dan pendampingan yang sama. Pendekatan personal tersebut dinilai efektif karena memberikan ruang diskusi langsung terkait kendala dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Dalam pelaksanaannya, tim KKN memberikan sosialisasi mengenai pentingnya adaptasi teknologi di era digital. Mahasiswa menjelaskan manfaat penggunaan QRIS, mulai dari kemudahan transaksi, pencatatan pembayaran yang lebih rapi, hingga peluang menjangkau konsumen yang terbiasa menggunakan dompet digital. Selain itu, peserta juga dibimbing langkah demi langkah dalam proses pendaftaran melalui aplikasi merchant resmi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, termasuk cara verifikasi data dan aktivasi kode QR.

Penanggung jawab kegiatan, Sal Sabil, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM desa. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar usaha kecil dapat bertahan dan berkembang. Menurutnya, pendekatan door-to-door dipilih agar tidak ada pelaku UMKM yang tertinggal dalam proses transformasi ini. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa dapat membantu warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi digital, sekaligus memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.

Tak hanya berhenti pada tahap pembuatan QRIS, tim KKN juga memberikan edukasi tentang pengelolaan transaksi digital secara aman. Pelaku UMKM diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, mengenali potensi penipuan digital, serta memantau riwayat transaksi secara berkala. Edukasi ini menjadi bagian penting agar penggunaan QRIS tidak hanya sebatas formalitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.

Respons masyarakat Dusun Genurid terhadap kegiatan ini tergolong positif. Sejumlah pelaku usaha mengaku merasa terbantu karena sebelumnya belum memahami prosedur pendaftaran QRIS maupun manfaatnya bagi perkembangan usaha. Dengan adanya pendampingan langsung dari mahasiswa, mereka menjadi lebih percaya diri untuk mencoba sistem pembayaran non-tunai.

Program ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN UPGRIS dalam mendukung penguatan ekonomi desa berbasis teknologi. Ke depan, Kelompok 13 berencana melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan QRIS yang telah dibuat benar-benar digunakan dalam aktivitas jual beli sehari-hari. Dengan demikian, upaya digitalisasi yang telah dirintis dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan UMKM di Desa Kawengen.(*)