Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama warga RW 05, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang melaksanakan kegiatan Peningkatan Daya Resap Tanah dengan Biopori pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 09.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan, khususnya genangan air dan menurunnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan di kawasan permukiman padat.
Kegiatan biopori tersebut dilaksanakan di lingkungan sekitar Pos Kamling RT 04 RW 05 dan diikuti oleh mahasiswa KKN serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan aktif dengan menyediakan media biopori berupa pipa pralon yang telah disesuaikan dengan ukuran lubang biopori.
Pipa tersebut digunakan sebagai saluran resapan air dan wadah penguraian sampah organik. Selain itu, mahasiswa juga memberikan penjelasan singkat kepada warga mengenai fungsi biopori, manfaatnya bagi tanah, serta cara perawatan agar lubang biopori dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Salah satu warga RT 04 RW 05, Hety Yuliana, mengungkapkan bahwa kegiatan biopori memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi lebih paham manfaat biopori dan cara membuatnya. Harapannya, ke depan warga bisa membuat biopori sendiri di sekitar rumah masing-masing,” tuturnya.
Warga RW 05 turut mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan berbagai peralatan untuk penggalian lubang biopori, seperti cangkul, linggis, dan alat pendukung lainnya. Proses penggalian dilakukan secara gotong royong, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien. Suasana kebersamaan dan kerja sama terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Ketua RT 04 RW 05 Kaligawe, Sudarmanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS. “Kegiatan biopori ini sangat bermanfaat bagi lingkungan kami. Selain membantu mengurangi genangan air, warga juga mendapatkan pengetahuan baru tentang cara sederhana menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan diterapkan oleh warga,” ujarnya.
Pongky Melia Utarya Agung, selaku Ketua Kelompok KKN UPGRIS Kelompok 7, menyampaikan bahwa kegiatan biopori ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga lingkungan.
“Melalui program biopori ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan dengan langkah sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi genangan air. Kami berharap kegiatan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga,” ujarnya.
Kontribusi penting juga datang dari para ibu-ibu di lingkungan RW 05. Mereka berperan dalam mengumpulkan tanaman kering, seperti daun-daunan dan sisa ranting, yang kemudian dimasukkan ke dalam lubang biopori.
Tanaman kering tersebut berfungsi sebagai bahan organik yang akan terurai secara alami dan menghasilkan pupuk organik. Dengan demikian, biopori tidak hanya berfungsi sebagai sarana resapan air, tetapi juga sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan peningkatan daya resap tanah dengan biopori ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan RW 05 Kelurahan Kaligawe. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama demi menciptakan kawasan permukiman yang lebih sehat, bersih, dan bebas dari genangan air.(*)

