Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 29 melakukan gebrakan nyata dalam mendukung sektor ekonomi mikro di Kota Semarang. Melalui program kerja bertajuk “Rebranding Visual UMKM”, para mahasiswa memfasilitasi pembaharuan desain MMT (banner usaha) dan pembuatan stiker kemasan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan.
Kegiatan pendampingan dan penyerahan desain ini dilaksanakan secara bertahap dan mencapai puncaknya pada Kamis, 29 Januari 2026. Program ini menyasar warung-warung kecil, penjual jajanan pasar, hingga usaha rumahan yang selama ini memiliki produk berkualitas namun terkendala dalam hal pemasaran visual.
Di era persaingan bisnis yang semakin ketat, identitas visual menjadi kunci utama untuk menarik minat pembeli. Sayangnya, berdasarkan observasi mahasiswa di lapangan, banyak pelaku UMKM di Pedurungan Lor yang belum memiliki papan nama usaha yang layak atau kemasan produk yang informatif.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS bergerak cepat. Mereka tidak hanya sekadar mencetakkan banner, tetapi melakukan pendampingan (konsultasi) desain. Mahasiswa membantu menentukan layout, pemilihan warna yang menarik, hingga pencantuman informasi krusial seperti nomor WhatsApp dan media sosial pada stiker kemasan agar produk warga terlihat lebih profesional dan “naik kelas”.
Koordinator kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 29, Fitrotul Awalia, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud implementasi tema KKN “Sigap Berkarya Nyata”. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing produk lokal Pedurungan Lor.
“Kami menemukan banyak potensi kuliner dan kerajinan di sini yang rasanya sangat enak, tapi secara tampilan kurang menjual karena kemasannya polos atau bannernya sudah kusam termakan usia. Oleh karena itu, kami masuk melalui pendekatan visual branding. Kami mendata kebutuhan mereka, mendesainkan ulang logo agar lebih kekinian, lalu mencetakkan MMT dan stiker. Harapannya, dengan tampilan baru yang lebih segar, kepercayaan konsumen meningkat dan omzet warga pun ikut naik,” ujar Fitrotul Awalia saat ditemui di lokasi penyerahan.
Program ini disambut dengan sukacita oleh warga. Salah satu pelaku UMKM yang menerima bantuan pembaharuan MMT, Ibu Endang, yang sehari-hari berjualan mie ayam, bakso, dan tahu bakso, merasa sangat terbantu. Ia mengaku selama ini ingin memperbaiki tampilan warungnya namun terkendala biaya dan tidak mengerti cara mendesain.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN UPGRIS Kelompok 29. Warung saya sekarang jadi terlihat lebih bagus, terang, dan jelas tulisannya. Stiker di kemasan dagangan saya juga jadi lebih cantik, pembeli jadi tahu kalau ini produk asli buatan saya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi pedagang kecil seperti kami untuk bisa terus semangat berjualan,” ungkap Ibu Endang dengan penuh rasa syukur.
Dampak Jangka Panjang Melalui pembaharuan identitas visual ini, Kelompok 29 KKN UPGRIS berharap para pelaku UMKM di Pedurungan Lor memiliki kepercayaan diri lebih untuk memasarkan produknya, tidak hanya di lingkungan sekitar tetapi juga merambah ke pasar online. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini membuktikan bahwa sentuhan kreativitas dan teknologi dapat membawa perubahan signifikan bagi perekonomian rakyat.

