Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas PGRI Semarang Mengabdi Tahun 2026 kembali mengimplementasikan program pengabdian masyarakat yang bersifat strategis dan multidisiplin. Kali ini, fokus kegiatan diarahkan pada dua isu fundamental dalam pembangunan keluarga, yakni ketahanan pangan melalui pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta pengelolaan lingkungan melalui sistem Bank Sampah.
Kegiatan sosialisasi integratif ini diselenggarakan pada Minggu, 7 Februari 2026 bertempat di Aula Kantor Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Acara ini dihadiri secara antusias oleh perwakilan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari seluruh Rukun Warga (RW) yang ada di wilayah administratif Kelurahan Sidomulyo.
Inisiatif ini dilatar belakangi oleh urgensi peran ibu rumah tangga sebagai manajer domestik yang memegang kendali atas kesehatan keluarga dan kebersihan lingkungan. Mahasiswa KKN UPGRIS memandang bahwa kader PKK adalah agent of change (agen perubahan) yang paling efektif untuk mendiseminasi informasi vital ini hingga ke level akar rumput atau grassroot.
Dalam sesi pertama, materi difokuskan pada konsep B2SA. Mahasiswa memaparkan bahwa pemenuhan gizi tidak harus mahal, melainkan harus memenuhi kaidah keberagaman sumber nutrisi untuk mencegah stunting dan malnutrisi. Edukasi ini menekankan pentingnya substitusi bahan pangan lokal untuk menciptakan menu harian yang variatif dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Koordinator Pelaksana Kegiatan Kuliah kerja nyata kelompok 07 sidomulyo Universitas PGRI Semarang Mengabdi Tahun 2026, Ulfatul Jannah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat. “Kami ingin menanamkan paradigma bahwa kesehatan keluarga berawal dari piring makan yang seimbang, dan kesehatan lingkungan berawal dari pemilahan sampah. Dua hal ini adalah satu kesatuan ekosistem rumah tangga yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya dalam sesi wawancara.
Sesi kedua berlanjut pada pembahasan teknis mengenai Bank Sampah. Di hadapan para kader PKK, mahasiswa menjabarkan mekanisme konversi limbah rumah tangga menjadi nilai ekonomis (circular economy). Edukasi ini menyoroti pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Peserta diberikan pemahaman bahwa sampah plastik, kertas, dan logam memiliki nilai jual jika dikelola dengan manajemen yang tepat melalui Bank Sampah. Sistem ini tidak hanya berdampak pada estetika lingkungan Kelurahan Sidomulyo yang lebih bersih, tetapi juga memberikan insentif finansial tambahan bagi kas warga maupun pribadi.
Salah satu narasumber dari perwakilan peserta, Ibu Evan, selaku Ketua Pokja PKK Kelurahan Sidomulyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap materi yang disampaikan. “Sosialisasi ini sangat relevan dengan kebutuhan kami. Pengetahuan tentang menu B2SA membantu kami menyajikan makanan yang lebih berkualitas, sementara ilmu Bank Sampah membuka wawasan kami bahwa sampah ternyata bisa menjadi berkah jika dikelola dengan benar,” tuturnya.
Interaksi dua arah terjadi secara dinamis selama kegiatan berlangsung. Para ibu-ibu PKK aktif berdiskusi mengenai tantangan penerapan menu B2SA bagi anak yang susah makan (picky eater), serta kendala logistik dalam pengumpulan sampah kolektif di tingkat RW. Mahasiswa KKN memberikan solusi taktis berbasis pengalaman akademis dan praktik lapangan.
Program kerja KKN Sidomulyo Kelompok 07 Universitas PGRI Semarang Mengabdi Tahun 2026 di Kelurahan Sidomulyo ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana seremonial semata. Output yang ditargetkan adalah terbentuknya kesadaran kolektif di setiap RW untuk mengaktifkan kembali atau membentuk unit Bank Sampah baru, serta penerapan menu B2SA dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu setempat.
Melalui kolaborasi antara akademisi muda dan penggerak PKK ini, diharapkan Kelurahan Sidomulyo dapat bertransformasi menjadi wilayah percontohan di Kecamatan Ungaran Timur yang mandiri secara pangan dan cerdas dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.(*)

