Suasana meriah menyelimuti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, saat kegiatan EXPO KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) digelar pada tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi puncak acara dari pelaksanaan KKN Tematik “UPGRIS Mengabdi”, yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai desa di Kecamatan Bergas. EXPO tersebut menampilkan hasil karya, inovasi, dan program kerja mahasiswa selama masa pengabdian masyarakat, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa, dosen pembimbing, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Acara dibuka dengan kegiatan senam sehat bersama yang dipandu oleh instruktur profesional. Warga dan mahasiswa tampak antusias mengikuti gerakan senam yang enerjik di bawah sinar matahari pagi. Kegiatan pembukaan ini tidak hanya menjadi ajang kebugaran, tetapi juga mempererat keakraban antara masyarakat dan peserta KKN.
Setelah itu, suasana semakin semarak dengan penampilan kesenian Reog yang menghadirkan nuansa budaya tradisional Jawa. Iringan musik reog yang khas dan kostum penari yang megah berhasil memukau para penonton. Selain itu, turut digelar lomba tari tradisional dan modern, yang diikuti oleh berbagai kelompok mahasiswa dengan kreativitas masing-masing, menambah semangat dan kemeriahan acara.
EXPO KKN tahun ini diikuti oleh 12 kelompok mahasiswa yang menampilkan stan dengan berbagai tema dan produk unggulan. Masing-masing stan menonjolkan hasil program kerja yang telah dilakukan selama masa pengabdian, mulai dari inovasi lingkungan, edukasi literasi digital, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan anak-anak dan remaja desa.
Di antara semua peserta, kelompok KKN Desa Gondoriyo menjadi salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung. Kelompok ini menampilkan berbagai produk lokal hasil kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM warga setempat.
Beragam produk unggulan dijual di stan Gondoriyo, di antaranya gendar pecel merupakan makanan khas tradisional Jawa Tengah yang sudah dikenal sejak lama. Gendar terbuat dari nasi yang ditumbuk dan dipadatkan, lalu disajikan dengan sambal pecel yang terbuat dari kacang tanah, cabai, dan rempah-rempah. Makanan ini dulu sering disajikan sebagai bekal para petani saat pergi ke sawah karena praktis dan mengenyangkan. Kini, gendar pecel menjadi simbol kuliner klasik yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.
Warga setempat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap mahasiswa KKN UPGRIS yang telah berkontribusi dalam mengembangkan potensi desa. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan mahasiswa membawa semangat baru dan membantu masyarakat dalam memperluas jangkauan pasar bagi produk lokal.
Stan Desa Gondoriyo menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Banyak pengunjung yang tertarik membeli produk khas desa sambil mendengarkan penjelasan mahasiswa mengenai proses pembuatan dan manfaatnya. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari keramaian yang memadati area pameran sejak pagi hingga siang hari. Selain berbelanja, pengunjung juga menikmati hiburan dari panggung utama yang menampilkan tari-tarian dan musik tradisional.
Kegiatan EXPO KKN Tematik UPGRIS di RTH Bergas Lor menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat. Melalui program KKN ini, mahasiswa tidak hanya melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga belajar memahami kehidupan sosial masyarakat secara langsung dan berkontribusi melalui karya nyata. Sementara bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi, pengetahuan baru, serta motivasi untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi lokal.

