Mahasiswa UPGRIS Beri Pelatihan Komputer untuk Siswa MI di Semarang

Suasana pagi di MI Ma’arif Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada tanggal 6 September 2025 terasa berbeda dari biasanya. Bukan pelajaran biasa yang menanti para siswa, melainkan petualangan baru ke dunia digital.

Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yang tergabung dalam kelompok 38, datang dengan misi mulia: membekali siswa dengan keterampilan dasar komputer. Program pelatihan ini dikhususkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6, sebagai bekal awal mereka menghadapi era teknologi.

Pelatihan dimulai dengan langkah-langkah yang paling mendasar. Para siswa diajak memahami cara menyalakan dan mematikan laptop. Setelahnya, mereka diajarkan cara membuka dan menutup berbagai aplikasi. Kehadiran para mahasiswa ini seolah membuka jendela baru bagi para siswa yang selama ini mungkin hanya melihat komputer sebagai barang asing.

Sesi berlanjut dengan praktik yang lebih mendalam, yaitu pengenalan Microsoft Word. Mereka mulai mengetik, mencoba menulis dokumen sederhana untuk pertama kalinya. Setiap kesalahan yang terjadi langsung dibimbing dengan sabar oleh para mahasiswa KKN.

Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana menyimpan file agar tidak hilang, membuka kembali dokumen yang telah dibuat, dan melakukan sedikit pengeditan. Tak hanya itu, kreativitas mereka juga diasah dengan pengenalan aplikasi desain sederhana, Canva, yang membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.

Antusiasme para siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka tak sungkan bertanya dan mencoba setiap materi yang diberikan. Dengan didampingi satu per satu, mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam mengoperasikan perangkat.

Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang interaktif dan personal, di mana para mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor yang mendampingi setiap langkah kecil para siswa dalam memahami teknologi.

Menurut Ketua KKN kelompok 38, Dimas Wicaksono, pelatihan ini memiliki tujuan jangka panjang. “Kami ingin siswa sejak dini sudah terbiasa menggunakan komputer,” ujar Dimas.

Ia berharap, bekal dasar ini akan sangat membantu siswa saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, terutama ketika sudah ada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pelatihan ini menjadi pondasi penting yang akan memudahkan adaptasi mereka dengan kurikulum yang lebih maju.

Inisiatif ini disambut dengan tangan terbuka oleh pihak sekolah dan seluruh warga. Mereka sangat menghargai program yang dianggap sangat bermanfaat ini dan berharap pelatihan serupa bisa terus berlanjut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan formal, tetapi juga turut serta dalam memperluas literasi digital di wilayah pedesaan. Program sederhana ini telah membuktikan bahwa teknologi dapat diakses oleh siapa saja, bahkan di desa terpencil, asalkan ada inisiatif dan kemauan untuk berbagi ilmu.