Pendidikan dan Kebutuhan Industri Jadi Sorotan dalam ”International Expert Talk UPGRIS–UTM

Sinergi antara kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan masyarakat dengan hasil pendidikan di kampus selalu menjadi topik yang diperbincangkan oleh pemikir pendidikan dari waktu ke waktu. Keterhubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat selalu menyimpan berbagai persoalan, terutama dalam kaitan hal kebutuhan masyarakat. Karena yang dilakukan perguruan tinggi seringkali terlampau berjarak dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Internasional UPGRIS Dr. Nur Hidayat, M.Hum, dalam acara “International Expert Talk” bersama Assoc. Prof. Dr. Mahyuddin Arsat, dekan School of Undergraduate Studies, University Teknologi Malaysia yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasioan UPGRIS bekerja sama dengan UTM, pada 14 Januari 2026 di Gedung Pusat lantai 2.

“Gap keduanyalah yang selalu menjadi PR bagi setiap pemangku kebijakan dan akademisi. Hal itu seringkali menjadi dilema polemik, antara hakikat pendidikan dan kebutuhan di dunia masyarakat. Pertanyaan tentang tujuan dari pendidikan selalu menjadi pembahasan yang harus terus diperbarui,” terang Nur Hidayat dalam sambutannya.

Untuk itulah seminar ini menjadi penting untuk disimak oleh para akademisi di UPGRIS. “Gagasan Pak Mahyuddin berada di antara definisi ideal pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Agar sanggup memaksimalkan semua potensi, kita seharusnya bisa menggabungkan keduanya. Pendidikan untuk pekerjaan, pendidikan juga untuk melatih berpikir kritis,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Mahyuddin Arsat, menekankan pentingnya pembelajaran berasaskan kebutuhan dunia industri “Strategi pendidikan yang memiliki dampak tinggi dalam meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kondisi nyata di dunia industri.”

Keterlibatan langsung dengan proses, teknologi, dan budaya kerja industri memungkinkan lulusan memahami standar profesional yang dibutuhkan. Hal itu dapat meningkatkan daya saing dan peluang terserapnya lulusan di dunia kerja.

Di sisi lain, dalam paparannya, inovasi berkelanjutan serta kerja sama strategis dengan berbagai pihak industri dan lapangan kerja menjadi faktor kunci dalam menjamin kesiapsiagaan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

“Kolaborasi ini mendorong pembaruan kurikulum, penguatan keterampilan adaptif, serta pengembangan soft skills dan hard skills yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan sinergi yang kuat antara institusi pendidikan dan industri, lulusan diharapkan mampu beradaptasi secara cepat, profesional, dan siap berkontribusi secara nyata di lingkungan kerja.”