Rektor Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Etos Kerja Keras

Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menegaskan peran aktifnya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat melalui penyelenggaraan Expo dan Bazar UMKM Tematik Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Acara yang berlangsung meriah di Halaman Stadion Utama Kendal, Kelurahan Kebondalem pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia akademik dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk membantu pelaku UMKM Kendal “Naik Kelas” dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi.

Ketua Expo, Okto Ahadi, menjelaskan bahwa acara ini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar agenda akademik semata. Menurutnya, Expo KKN Tematik adalah ruang interaksi langsung, tempat mahasiswa dapat bertemu, berdiskusi, dan belajar bersama para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Kendal.

Okto Ahadi menekankan, “Expo ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi wadah nyata mahasiswa belajar bersama sektor UMKM di Kendal.” Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama kegiatan adalah pembelajaran praktis dan pengalaman langsung bagi mahasiswa.

Sementara itu, Rektor UPGRIS, Sri Suciati, memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai filosofi di balik pelaksanaan KKN ini. Sri Suciati menjelaskan bahwa inti dari KKN, selain pengabdian, adalah pembekalan literasi digital bagi mahasiswa dan masyarakat. Hal ini dianggap sebagai bekal yang sangat penting untuk menghadapi tantangan di era informasi saat ini.

Ia memberikan peringatan tegas, “Jika literasi digital diabaikan, maka semua informasi di media sosial akan diserap tanpa filter.” Oleh karena itu, kemampuan memilah dan memanfaatkan informasi secara bijak adalah krusial.

Rektor UPGRIS juga menyoroti bagaimana teknologi digital dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan jalur digital untuk pemasaran produk UMKM merupakan peluang yang sangat besar untuk meningkatkan taraf ekonomi.

Dalam pidatonya, Sri Suciati juga menanamkan etos kerja keras kepada mahasiswa dengan kalimat yang inspiratif. “Kerja keras itu memang melelahkan, tapi sukses tidak mungkin tercapai kecuali dengan terbiasa pada kelelahan.”

Pesan ini menekankan bahwa keberhasilan dalam mengembangkan UMKM, maupun dalam kehidupan, memerlukan ketekunan dan kesediaan untuk menghadapi kesulitan.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap langkah proaktif mahasiswa UPGRIS yang berhasil mengintegrasikan program KKN dengan upaya pemberdayaan UMKM lokal.

Bupati Dyah mengakui bahwa Kendal memiliki potensi UMKM yang sangat besar, dan pameran seperti ini berfungsi sebagai sarana edukasi yang nyata bagi para pelaku usaha. “Potensi UMKM di Kendal sangat banyak, dan pameran ini memberi edukasi nyata bagi pelaku usaha,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Dyah Kartika Permanasari memandang kegiatan ini tidak hanya sebatas urusan UMKM dan ekonomi, tetapi juga sebagai proses esensial dalam membentuk karakter dan kepemimpinan sosial mahasiswa di tengah masyarakat. Ia berharap, keterlibatan aktif mahasiswa UPGRIS di Kendal dapat membekali mereka untuk menjadi pemimpin dan “pencerah” yang membawa kemajuan bagi masyarakat Kendal di masa depan.

“Harapan saya, mahasiswa Upgris bisa jadi pemimpin sekaligus pencerah bagi masyarakat Kendal di masa depan,” pungkas Bupati, menutup harapannya terhadap kontribusi berkelanjutan dari UPGRIS di wilayahnya. Expo KKN Tematik ini jelas menandai keberhasilan UPGRIS dalam mewujudkan pengabdian yang relevan dengan tantangan zaman dan potensi lokal di Kendal.