Pimpinan Universitas PGRI Semarang menyatakan komitmennya untuk secara terbuka mengakomodasi seluruh saran dan aspirasi mahasiswa serta mengupayakan solusi atas berbagai persoalan yang muncul.
Komunikasi antara mahasiswa dan pihak universitas tidak boleh terhambat, sehingga diperlukan wadah aspirasi yang mampu menampilkan dialog sekaligus kritik secara konstruktif, baik di tingkat program studi, fakultas, hingga universitas.
“Perlu saya tegaskan bahwa lembaga memberi dukungan penuh terhadap kepentingan mahasiswa, termasuk aktivitas organisasi kemahasiswaan,” ucap Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., dalam acara Open House Lembaga Tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UPGRIS yang diselenggarakan pada 31 Maret 2026 di Gedung Pusat Lantai 7.
Rektor menceritakan, sejarah menunjukkan banyak alumni yang bersyukur pernah menjadi bagian dari aktivisme mahasiswa. Oleh karena itu, pihak universitas memandang organisasi mahasiswa sebagai elemen penting dalam membangun karakter dan pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Kampus berkepentingan membangun ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan universitas. Saya menyambut baik inisiatif mahasiswa, seperti rencana penyelenggaraan open house ini, sehingga dapat menampung seluruh aspirasi aktivis serta saran dari organisasi mahasiswa.”
Pada kesempatan yang sama, Fajrul Santoso, Ketua Panitia, menyampaikan pentingnya kerja sama dalam berbagai elemen, termasuk dalam organisasi mahasiswa. “Lewat open house ini, kita sebagai mahasiswa dituntut untuk adaptif tapi tetap kritis. Penting bagi mahasiswa untuk menjalin komunikasi dengan lembaga maupun dengan masyarakat.”
Sementara itu, Presiden BEM UPGRIS 2026, M. Apriyano, menekankan fungsi open house ini ialah sebagai forum aspirasi mahasiswa supaya bisa diserap langsung oleh pimpinan universitas. “Saya berharap kampus bisa membangun sinergi antara mahasiswa dan pimpinan, sehingga sangat diperlukan serap aspirasi langsung dari mahasiswa.”
Acara ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa baik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa, BEM Fakultas maupun anggota kabinet BEM Universitas. Dalam kesempatan tersebut Rektor secara langsung menjawab seluruh pertanyaan dari mahasiswa terkait fasilitas dan birokrasi di lingkungan universitas. (*)

