Sinergi Jaga Lingkungan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 29 Bersama Warga RW 9 Pedurungan Lor Gencarkan Aksi Pilah Sampah

Persoalan sampah perkotaan masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 29 mengambil langkah strategis dengan menggandeng warga RW 9, Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, untuk melaksanakan aksi massal “Giat Pilah Sampah” pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari tema KKN UPGRIS tahun ini, yakni “Sigap Berkarya Nyata”. Sejak pukul 07.00 WIB, suasana di lingkungan RW 9 tampak berbeda. Perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS berrompi biru muda dan cream terlihat berbaur dengan warga, ibu-ibu pengurus RW, dan ibu lurah. Mereka bahu-membahu memilah tumpukan limbah rumah tangga yang telah dikumpulkan di titik kumpul balai warga.

Fokus utama kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan memberikan edukasi mengenai manajemen pengelolaan sampah dari sumbernya (rumah tangga). Mahasiswa dan warga memisahkan sampah menjadi tiga kategori utama: sampah organik (sisa makanan dan dedaunan), sampah anorganik bernilai ekonomis (botol plastik, kardus, kaleng), dan sampah residu yang harus dibuang ke TPA.

Proses pemilahan dilakukan secara teliti. Sampah anorganik yang masih layak kemudian ditimbang dan dicatat untuk disetorkan ke Bank Sampah setempat, sementara sampah organik diarahkan untuk pembuatan kompos. Aksi ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang yang kian padat.

Koordinator kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 29, Amanda Feronia Febriyanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh hasil observasi timnya di minggu pertama penerjunan. Menurutnya, kesadaran warga sebenarnya sudah ada, namun perlu sistem pendampingan yang lebih terstruktur.

“Kami melihat potensi besar di RW 9 ini. Warganya guyub, tapi pengelolaan sampahnya masih tercampur. Melalui program ini, kami ingin mengubah mindset bahwa sampah bukan masalah, tapi berkah jika dikelola dengan benar. Sesuai tema Sigap Berkarya Nyata, kami tidak ingin hanya memberikan teori penyuluhan, tetapi langsung praktik di lapangan bersama warga,” ujar Amanda Feronia Febriyanti di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, mahasiswa KKN juga memperkenalkan metode sederhana pengolahan sampah organik menggunakan ember tumpuk untuk budidaya maggot, yang nantinya bisa digunakan sebagai pakan ternak atau ikan lele milik warga.

Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini mendapat sambutan hangat. Ketua RW 9 Kelurahan Pedurungan Lor, Bapak Hendra Wijaya, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilainya sangat membantu program kebersihan kampung. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi warga untuk kembali mengaktifkan kegiatan kerja bakti yang sempat vakum.

“Jujur kami sangat terbantu. Kehadiran adik-adik mahasiswa UPGRIS ini menjadi pemantik semangat warga. Penjelasannya mudah dipahami dan mereka mau kotor-kotoran memilah sampah bersama kami. Harapan kami, sistem pilah sampah yang sudah dimulai hari ini bisa menjadi kebiasaan rutin warga RW 9, bahkan setelah masa KKN selesai nanti,” ungkap Bapak Hendra Wijaya.

Harapan Keberlanjutan Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah plastik yang siap didaur ulang. Program ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi RT atau RW lain di Kelurahan Pedurungan Lor dalam mendukung program Pemerintah Kota Semarang mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan bebas banjir. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini membuktikan bahwa perubahan besar untuk lingkungan selalu dimulai dari langkah kecil di halaman rumah sendiri.(*)