Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemahaman mengenai dunia pemrograman (coding) dan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi kompetensi yang krusial sejak usia dini. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 24 menyelenggarakan program inovatif bertajuk”Pelatihan Pengenalan Coding dan AI” bagi siswa kelas VI di SDN Kalisidi 01, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Senin (26/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah di ruang kelas ini dirancang untuk memperkenalkan literasi digital kepada para siswa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Tidak hanya sekadar teori, para siswa diajak langsung mempraktikkan cara kerja logika pemrograman melalui platform edukasi global, code.org, serta mengeksplorasi potensi AI dalam pembuatan permainan digital (orange puzzle game).
Program ini dimulai pukul 10.00 WIB dengan sesi pemaparan singkat mengenai apa itu instruksi komputer. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 24 menggunakan metode pendekatan yang sangat visual. Menggunakan platform code.org, para siswa ditantang untuk menyelesaikan berbagai misi logika yang mengharuskan mereka menyusun blok-blok kode untuk menggerakkan karakter di layar.
Antusiasme terpancar jelas dari wajah para siswa saat mereka berhasil menyelesaikan satu demi satu level tantangan. Literasi digital ini dianggap penting sebagai fondasi agar anak-anak tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mulai memahami cara teknologi itu dibangun demi menjawab tantangan masa depan di era digital yang dinamis.
Fatih Durrotul Jannah selaku narasumber dari anggota KKN UPGRIS kelompok 24, menyampaikan bahwa pemilihan materi ini didasarkan pada kebutuhan zaman.”Kami ingin memberikan pengalaman baru bagi adik-adik di SDN Kalisidi 01. Coding bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan sarana kreativitas. Dengan bantuan AI, mereka bahkan bisa menyusun konsep game sederhana dalam waktu yang relatif singkat,” ujarnya saat ditemui di sekolah.
Selain belajar coding, sesi yang paling dinanti adalah pengenalan AI. Mahasiswa menunjukkan bagaimana AI dapat membantu dalam proses pembuatan aset visual dan logika permainan. Para siswa diajak berinteraksi dengan alat AI sederhana untuk memahami bahwa teknologi ini adalah asisten yang cerdas jika digunakan dengan bijak.
Pihak sekolah menyambut sangat baik inisiatif ini.Trimana, S.Pd. M.Si,. selaku Kepala Sekolah SDN 01 Kalisidi, menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru dalam pemahaman coding dan AI di sekolahnya.
“Kami sangat mengapresiasi program kerja dari mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 24 ini. Pengetahuan mengenai coding dan AI adalah hal yang baru bagi siswa kami. Dimana di era sekarang, anak-anak harus akrab dengan teknologi agar tidak tertinggal. Kehadiran para mahasiswa membantu kami dalam menjembatani kesenjangan akses informasi teknologi,” tutur Bapak Trimana, S.Pd. M.Si.
Acara yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini ditutup dengan sesi demonstrasi hasil karya sederhana dari beberapa siswa yang berhasil menyusun logika game di chromebook yang disediakan oleh pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 24 berharap benih-benih minat pada bidang teknologi dan informasi mulai tumbuh di Desa Kalisidi.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, para siswa diharapkan memiliki gambaran awal mengenai karier di bidang teknologi dan memiliki motivasi lebih untuk mengeksplorasi perangkat digital secara positif. Pendidikan di Desa Kalisidi kini selangkah lebih maju dalam menyongsong masa depan digital.(*)

