Komitmen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) dalam memperluas jejaring internasional kembali ditegaskan melalui program Sea-Teacher yang rutin digelar.
Pada periode 12 April hingga 9 Mei 2026, UPGRIS kembali menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dari Iloilo Science and Technology University (ISATU), Filipina. Kehadiran mereka merupakan bagian dari keberlanjutan kerja sama internasional yang telah terjalin sebelumnya.
Program Sea-Teacher sendiri dirancang tidak hanya sebagai ajang pertukaran mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi pembelajaran lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis internasional.
Dalam sambutan resminya pada 15 April 2026 di ruang rektorat Gedung Pusat, ia menyampaikan bahwa Sea-Teacher menjadi salah satu program strategis yang memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa asing maupun mahasiswa UPGRIS sendiri.
Menurutnya, kehadiran peserta dari luar negeri membawa suasana akademik yang lebih dinamis. Mahasiswa lokal tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan budaya dan perspektif pendidikan dari negara lain. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing secara global,” ujarnya.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI), Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa keberlanjutan program ini menjadi bukti keseriusan UPGRIS dalam mengembangkan kerja sama internasional. Ia menyebut bahwa Sea-Teacher telah memberikan banyak manfaat dalam membangun jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus.
“Program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari strategi jangka panjang UPGRIS dalam internasionalisasi pendidikan. Kami akan terus melanjutkan dan mengembangkan program ini ke depan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Pusat Karier
Selain aspek akademik, Sea-Teacher juga menjadi sarana diplomasi budaya. Para peserta diperkenalkan pada kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari bahasa, tradisi, hingga kebiasaan sehari-hari. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman belajar mereka lebih utuh dan berkesan.
Bagi UPGRIS, keberhasilan menjalankan program Sea-Teacher secara konsisten menunjukkan kesiapan kampus dalam menyambut kolaborasi global yang lebih luas. Dengan terus membuka diri terhadap kerja sama internasional, UPGRIS tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan yang berdaya saing internasional.
Melalui program ini, UPGRIS menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik di tingkat lokal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan global yang inklusif dan kolaboratif.(*)

