Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 23 UPGRIS melaksanakan kegiatan sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di SD Negeri 04 Lerep, Desa Lerep. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat serta membangun kebiasaan memilih pangan bergizi sejak usia sekolah dasar. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda melalui edukasi yang sederhana namun berdampak jangka panjang.
Sosialisasi diikuti oleh siswa kelas 3 dan kelas 4 yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Sejak awal kegiatan, suasana kelas sudah terlihat interaktif dan penuh semangat. Para siswa aktif menjawab pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai makanan yang sering mereka konsumsi sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif melalui pemaparan singkat, permainan edukatif, kuis ringan, serta penayangan gambar contoh makanan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Metode ini dipilih agar siswa tidak merasa bosan dan lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Mahasiswa KKN menjelaskan konsep gizi seimbang yang mencakup kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sebagai komponen penting untuk pertumbuhan dan aktivitas anak. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi air putih yang cukup, membatasi makanan tinggi gula dan garam, serta membiasakan sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Penjelasan diberikan dengan bahasa sederhana dan contoh konkret, seperti membandingkan menu bekal sehat dengan jajanan yang tinggi pewarna dan pemanis buatan.
Koordinator kegiatan selaku penanggung jawab program kerja, Ilmi Maehanifah, menyampaikan bahwa sosialisasi ini dirancang agar siswa dapat dengan mudah memahami perbedaan makanan sehat dan makanan yang perlu dibatasi. “Kami ingin menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Dengan mengenal makanan bergizi dan memahami dampak makanan tidak sehat, diharapkan anak-anak bisa lebih bijak dalam memilih jajanan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa edukasi gizi pada usia sekolah dasar sangat penting karena pada fase ini anak sedang berada dalam masa pertumbuhan yang pesat, baik secara fisik maupun kognitif.
Guru wali kelas 3, Siti Rahmawati, S.Pd., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi tentang gizi sangat relevan karena masih banyak siswa yang gemar mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan pewarna tanpa memperhatikan kandungan gizinya. “Kegiatan ini membantu siswa memahami pentingnya membawa bekal sehat dan mengurangi jajanan sembarangan. Kami berharap kebiasaan baik ini bisa diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah,” katanya. Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung program-program edukatif yang berkaitan dengan kesehatan dan pola hidup bersih.
Sementara itu, salah satu peserta, Dafa (9), mengaku senang mengikuti sosialisasi karena mendapatkan pengetahuan baru. “Sekarang saya tahu kalau makan sayur, buah, dan minum susu itu penting supaya badan sehat,” tuturnya dengan semangat. Beberapa siswa lainnya juga mengungkapkan keinginan untuk mulai membawa bekal dari rumah dan mengurangi pembelian jajanan yang kurang sehat di luar sekolah.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk menyusun contoh menu sederhana yang memenuhi prinsip B2SA. Kegiatan ini bertujuan melatih siswa berpikir kritis dalam memilih makanan yang seimbang. Dengan cara ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan sosialisasi B2SA ini, mahasiswa KKN berharap siswa mampu menerapkan pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman secara konsisten. Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya preventif dalam mendukung tumbuh kembang optimal serta pencegahan masalah gizi seperti kekurangan gizi, obesitas, maupun gangguan kesehatan lainnya. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan orang tua, diharapkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dapat terus meningkat dan menjadi budaya positif di lingkungan masyarakat Desa Lerep.

