Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 04 melaksanakan program kerja mitigasi bencana melalui pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Balai Desa Semampir, Kabupaten Pati pada Rabu, 4 Februari 2026. Program ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan dan kesadaran warga terhadap potensi bencana di lingkungan desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Semampir, Parmono, S.H, Ketua BPD Adi Pujiyanto, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap upaya pengurangan risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan.
Kepala Desa Semampir, Parmono, S.H, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS yang menghadirkan program relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan desa menghadapi potensi bencana.
“Kami menyambut baik program ini karena Desa Semampir memang membutuhkan wadah koordinasi yang jelas dalam penanganan kebencanaan. Dengan adanya forum ini, kami berharap seluruh elemen masyarakat bisa bergerak bersama dan lebih sigap dalam menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Parmono.
Senada dengan itu, Ketua BPD Adi Pujiyanto menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat dalam membangun sistem mitigasi yang efektif. Ia menilai forum yang dibentuk secara musyawarah tersebut sudah mencerminkan semangat kebersamaan dan keterlibatan berbagai unsur.
“Forum ini bukan hanya simbolis, tetapi harus benar-benar aktif menjalankan fungsi koordinasi, edukasi, dan penggerak aksi nyata. Kami dari BPD siap mendukung program-program lanjutan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana,” kata Adi Pujiyanto.
Secara geografis, wilayah Kabupaten Pati memiliki potensi risiko bencana seperti banjir dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut mendorong pentingnya langkah mitigasi sejak dini di tingkat desa. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 menilai kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun melalui wadah yang terstruktur agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan konsep dasar mitigasi bencana serta pentingnya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Mitigasi tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup upaya pencegahan, kesiapsiagaan, perencanaan, hingga penyusunan langkah tanggap darurat. Forum Pengurangan Risiko Bencana diharapkan menjadi pusat koordinasi, edukasi, sekaligus penggerak kegiatan mitigasi di Desa Semampir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman terkait kondisi lingkungan desa, termasuk titik-titik yang berpotensi terdampak banjir. Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan sejumlah masukan konstruktif, seperti perlunya pendataan wilayah rawan, penyusunan jalur evakuasi, serta rencana simulasi kebencanaan secara berkala.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembentukan dan penyusunan struktur kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Semampir secara musyawarah. Struktur tersebut melibatkan perwakilan perangkat desa, BPD, PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sehingga forum yang terbentuk bersifat representatif dan inklusif.
Sebagai hasil kegiatan, Desa Semampir kini telah memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana beserta susunan kepengurusan dan pembagian tugas yang jelas. Tercapai pula komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui sosialisasi berkelanjutan, pendataan wilayah rawan bencana, dan pelaksanaan simulasi kebencanaan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 berharap forum yang telah dibentuk dapat berjalan aktif dan berkesinambungan. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, siap, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(*)

