Kawal Study Tour MTs Al-Fatih Pekanbaru di Thailand

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut berpartisipasi sebagai koordinator dalam kegiatan study tour yang dilaksanakan oleh MTs Al-Fatih Pekanbaru di Songserm Sasana Vitaya School, Hat Yai, Thailand, pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pendidikan lintas negara sekaligus sarana pembelajaran internasional bagi siswa dan guru.

Sebanyak tujuh mahasiswa FIP UPGRIS berperan sebagai koordinator kegiatan, didampingi empat guru Songserm Sasana Vitaya School asal Indonesia. Study tour ini diikuti oleh 87 siswa dan 13 guru dari MTs Al-Fatih Pekanbaru.

Adapun tujuh mahasiswa tersebut adalah Yuli Ratna Ningrum (PGPAUD), Ayu Wulandari (PGPAUD), Saskia Maylanova (PGSD), Galuh Hastutiningtyas (PGSD), Intan Rahmadhani (PGSD), Citra Dewi Aprilia (PGSD), dan Nintya Kusuma Wardani (PGSD).

Kegiatan ini merupakan kunjungan akademik dalam rangka program sister school dan kolaborasi pendidikan antara sekolah di Indonesia dan Thailand. Mahasiswa UPGRIS yang tengah melaksanakan program PPL-KKN Thailand bertindak sebagai penghubung dan penggerak utama jalannya acara.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan sekolah, di antaranya Ibu Sarah Wanlabeh selaku Pemegang Lisensi dan Kepala Sekolah Songserm Sasana Vitaya School serta Ibu Natyada Lamsub selaku Manajer sekolah.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga jam di Aula dan Ruang Meeting Al-Amin Songserm Sasana Vitaya School, Hat Yai, Thailand, pada 5 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antar sekolah melalui program sister school, menambah wawasan internasional bagi siswa dan guru dan meningkatkan kualitas guru dan lembaga pendidikan melalui penerapan best practice.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi pendidikan lintas negara secara berkelanjutan, meningkatkan citra dan daya saing sekolah di tingkat internasional, menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang global, dan mengembangkan wawasan internasional dan sikap toleransi antarbudaya.

Acara diawali dengan welcome ceremony dari pihak Songserm Sasana Vitaya School dan sambutan dari MTs Al-Fatih Pekanbaru kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni dan budaya, seperti pertunjukan muay thai oleh siswa tuan rumah dan tilawah Al-Qur’an oleh siswa MTs Al-Fatih.

Sesi presentasi dan tanya jawab menjadi momen interaktif yang menunjukkan antusiasme siswa. Salah satu siswa menanyakan mengenai program unggulan sekolah. Menanggapi pertanyaan tersebut, Ibu Natyada Lamsub menyampaikan,

“Program unggulan di sini adalah pembelajaran bahasa Inggris, di mana setiap topik diajarkan oleh guru yang berbeda sesuai dengan keahliannya. Selain itu, ekstrakurikuler football dan muaythai menjadi salah satu kebanggaan sekolah karena siswa kami pernah mewakili Thailand dalam perlombaan tingkat internasional. Untuk siswa yang berasal dari Indonesia, saat ini terdapat satu siswa asal Bandung, namun telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Thailand.”

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan token of appreciation, sesi dokumentasi bersama, serta school tour untuk melihat langsung proses pembelajaran dan fasilitas sekolah.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS berperan sebagai koordinator yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan profesional. Mereka bertugas menyusun serta menyampaikan presentasi profil dan visi sekolah Songserm Sasana Vitaya School, mendampingi serta mengarahkan siswa agar tetap disiplin dan beretika, serta menjalin koordinasi dengan pihak tuan rumah untuk menciptakan suasana kegiatan yang tertib dan kondusif.

Selain itu, mahasiswa juga membawa tanggung jawab sebagai representasi Indonesia di luar negeri dengan menjaga sikap dan nama baik bangsa.

Salah satu mahasiswa, Intan Rahmadhani, menyampaikan, “Kami sangat bersyukur dan bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini sebagai representasi Indonesia di luar negeri. Kami juga senang bisa bertemu dengan sesama orang Indonesia di Thailand.”

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa UPGRIS dalam mengembangkan keterampilan profesional dan sosial, khususnya dalam koordinasi acara, komunikasi lintas budaya, manajemen waktu, dan kepemimpinan.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai pengelolaan kegiatan pendidikan di lingkungan internasional, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antar lembaga pendidikan Indonesia dan Thailand.

Diharapkan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang, saling memberikan umpan balik positif, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di kedua negara.(*)