Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bidang lingkungan menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin hias bersama PKK RW 06 Kelurahan Gedanganak pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Ibu Sartini, RT 4 RW VI, Kelurahan Gedanganak.
Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, tentang cara memanfaatkan limbah minyak jelantah agar lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Kegiatan diawali dengan agenda rutin PKK, kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang dipandu langsung oleh Masayu Amalia Yulianti sebagai pemateri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan minyak jelantah sebelum dapat digunakan sebagai bahan dasar lilin. Minyak jelantah terlebih dahulu melalui proses bleaching menggunakan bleaching earth untuk menjernihkan warna dan mengurangi kotoran. Minyak kemudian didiamkan selama 24 jam agar proses penyaringan optimal.
Untuk keperluan praktik, tim KKN telah menyiapkan minyak jelantah yang sebelumnya sudah melalui proses bleaching, sehingga ibu-ibu dapat langsung memasuki tahap pembuatan lilin. Minyak yang telah bersih kemudian dipanaskan bersama parafin, ditambahkan krayon sebagai pewarna, serta molto sebagai pewangi agar menghasilkan lilin yang menarik dan harum.
Setelah proses pencampuran selesai, para peserta diberi kesempatan mencetak lilin sesuai dengan kreativitas masing-masing. Beragam bentuk dan warna lilin pun tercipta, mencerminkan antusiasme dan semangat belajar para peserta.
Masayu Amalia Yulianti menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada peningkatan kesadaran lingkungan. “Minyak jelantah sering kali dibuang sembarangan dan dapat mencemari lingkungan. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PKK RW 06, Ibu Rosidah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru bagi ibu-ibu. Selain membantu menjaga lingkungan, hasilnya juga cantik dan bisa dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan,” tuturnya.
Antusiasme ibu-ibu PKK RW 06 terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mencoba, dan berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk ke depan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Kelurahan Gedanganak semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus terdorong untuk mengembangkan kreativitas yang berpotensi menjadi peluang usaha. Kolaborasi antara mahasiswa dan PKK ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berdaya.

