Mahasiswa KKN UPGRIS Tahun 2026 Kelompok 19 Kelurahan langensari menggandeng ibu-ibu PKK setempat dalam kegiatan edukasi pengelolahan sampah plastik melalui Program Sosialisasi Eco Craft. Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan mahasiswa dalam upaya mengurangi limbah plastik rumah tangga sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Februari 2026 di Aula Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat. Sasaran utama kegiatan adalah anggota PKK yang dinilai memiliki peran strategis dalam mengedukasi keluarga mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman tentang bahaya sampah plastic bagi lingkungan, tetapi juga menghadirkan Solusi konkret melalui Teknik pengolahan kreatif berbasis resin.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air. Setelah itu, peserta diperkenalkan pada teknik Eco Craft yang digunakan. Sampah plastik dikumpulkan, dibersihkan, lalu dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Potongan plastik tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dicampur dengan resin cair. Setelah proses pencetakan, bahan tersebut didiamkan hingga resin mengeras dan membentuk produk yang kokoh dan menarik secara visual.
Hasil dari proses tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk, seperti kotak amal, gantungan kunci, tempat pensil, dan hiasan meja. Warna-warni potongan plastik yang berpadu dengan resin menciptakan tampilan estetik yang unik dan bernilai jual.
Ketua KKN Kelompok 19 Kelurahan Langensari, Febrian Haryadi Wibowo, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi yang menunjukkan masih banyaknya sampah plastik yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“kami melihat bahwa sampah plastik sering kali hanya dibakar atau langsung dibuang. Padahal, jika dikelola dengan kreativitas dan teknik yang tepat, sampah tersebut bisa menjadi produk yang bermanfaat. Melalui Eco Craft berbasis resin ini, kami ingin menghadirkan solusi yang inovatif sekaligus aplikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Kerja Eco Craft, Muhammad Ilham Maulana menambahkan bahwa penggunaan resin dipilih karena mampu menghasilkan produk yang kuat, tahan lama, dan memiliki nilai estetika tinggi.
“Prosesnya memang membutuhkan ketelitian, mulai dari memotong plastik menjadi bagian kecil hingga mencampurnya dengan resin secara proporsional. Namun, hasil akhirnya sangat memuaskan. Produk seperti kotak amal dari limbah plastik ini memiliki nilai simbolis sekaligus nilai ekonomi,” jelasnya.
Ketua PKK Kelurahan Langensari, Ibu Rukmini Lestari, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Eco Craft yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan sekaligus keterampilan baru bagi para anggota PKK.
“kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa KKN. Program ini tidak hanya mengedukasi kami tentang bahaya sampah plastik, tetapi juga memberikan solusi nyata melalui praktik langsung. Dengan adanya pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami bahwa sampah plastik ternyata bisa diolah menjadi produk yang bernilai guna seperti kotak amal dan kerajinan lainnya,” ujarnya.
Ia juga berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh anggota PKK.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin ke depan ada tindak lanjut sehingga produk Eco Craft ini bisa menjadi ciri khas atau bahkan peluang usaha bagi ibu-ibu di Kelurahan Langensari,” tambahnya.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya mengenai teknik pencampuran resin, lama waktu pengeringan, hingga peluang pemasaran produk. Beberapa peserta bahkan menyampaikan minat untuk mengembangkan produk Eco Craft sebagai bagian dari kegiatan ekonomi kreatif di lingkungan kelurahan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran lingkungan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi memandang sampah plastik sebagai limbah semata, melainkan sebagai bahan baku yang memiliki potensi ekonomi.
Ketua Kelompok KKN 19 berharap program ini dapat berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir.
“kami berharap ibu-ibu PKK dapat terus mengembangkan keterampilan ini secara mandiri. Jika dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin Eco Craft berbasis resin ini dapat menjadi produk unggulan Kelurahan Langensari,” tutupnya.
Melalui Program Sosialisasi Eco Craft, mahasiswa KKN UPGRIS 2026 Kelompok 19 Kelurahan Langensari membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan PKK diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kreatif, serta produktif di masa mendatang.(*)

