KKN UPGRIS Gelar Kegiatan Seni Rupa Teknik Cap Basah dari Pelepah Pisang di SD Negeri 4 Sidomulyo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang melaksanakan kegiatan edukatif berbasis seni rupa di SD Negeri 4 Sidomulyo. Kegiatan ini mengusung tema “Seni Rupa Teknik Cap Basah dari Pelepah Pisang” dan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas serta kemampuan motorik halus peserta didik sekolah dasar melalui pemanfaatan bahan alam di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja mahasiswa KKN UPGRIS di bidang pendidikan. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar kelas 2, dengan harapan mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, inovatif, dan aplikatif. Melalui kegiatan seni rupa, siswa diajak untuk belajar tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui praktik langsung yang mendorong keberanian berekspresi dan berkreasi.

Teknik cap basah dari pelepah pisang dipilih karena merupakan salah satu teknik seni rupa dua dimensi yang sederhana dan mudah diterapkan oleh anak-anak. Selain itu, pelepah pisang sebagai media cap memiliki tekstur alami yang unik sehingga mampu menghasilkan pola-pola menarik pada kertas gambar. Pemanfaatan bahan alam ini juga bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa bahwa lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kreatif dan ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan awal mengenai pengertian seni rupa, pengenalan alat dan bahan, serta langkah-langkah pembuatan karya dengan teknik cap basah. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk mencelupkan potongan pelepah pisang ke dalam cat warna, kemudian mencapkannya pada kertas gambar sesuai dengan imajinasi masing-masing. Siswa diberikan kebebasan dalam menentukan bentuk, pola, dan kombinasi warna, sehingga setiap karya yang dihasilkan memiliki ciri khas tersendiri.

Koordinator Bidang Pendidikan Kelompok KKN UPGRIS, Nadia Septya Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa. “Kegiatan seni rupa ini kami rancang agar siswa dapat mengekspresikan ide dan imajinasi mereka secara bebas. Teknik cap basah dari pelepah pisang dipilih karena mudah dipraktikkan, aman bagi anak-anak, serta mampu merangsang kreativitas dan kepekaan estetika,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nadia Septya Putri menambahkan bahwa kegiatan ini juga mengandung nilai edukasi lingkungan. Menurutnya, penggunaan bahan alam seperti pelepah pisang dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa limbah organik di sekitar mereka dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. “Kami berharap siswa dapat memahami bahwa bahan sederhana di lingkungan sekitar bisa diolah menjadi karya seni yang menarik dan bermanfaat,” tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan suasana yang kondusif dan interaktif. Mahasiswa KKN mendampingi siswa secara langsung selama proses pembuatan karya, mulai dari tahap persiapan hingga penyelesaian. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, aktif bertanya, serta saling menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-teman sekelas. Metode pembelajaran berbasis praktik ini mampu meningkatkan partisipasi siswa dan membuat mereka lebih fokus dalam mengikuti kegiatan.

Melalui kegiatan seni rupa teknik cap basah dari pelepah pisang ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran seni budaya serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan di SD Negeri 4 Sidomulyo ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Mahasiswa KKN UPGRIS berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kreativitas peserta didik.