Mahasiswa KKN UPGRIS 2026 Kelompok 19 Kelurahan Langensari Laksanakan Agenda Mengajar Mengaji Di TPQ

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Tahun 2026 Kelompok 19 Kelurahan Langensari melaksanakan agenda mengajar mengaji di TPQ Al-Amin RW 5 selama bulan Ramadan. Kegiatan ini mejadi salah satu program kerja di bidang Pendidikan dan Literasi Digital yang dirancang untuk untuk mendukung pembinaan karakter religius anak-anak di lingkungan Masyarakat.

Program mengajar mengaji tersebut dilaksanakan di TPQ Al-Amin yang berlokasi di RT.09/RW 06 Kelurahan Langensari. Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan Ramadan 1447H, dimulai pada awal Ramadan hingga menjelang Hari Raya IdulFitri. Setiap sore selepas salat asar hingga menjelang waktu berbuka puasa, mahasiswa KKN membersamai para santri dalam belajar membaca Al-Qur’an, mwnghafal surah-surah pendek, serta memahami dasar-dasar ilmu tajwid.

Ketua Kelompok 19 KKN UPGRIS, Febrian Haryadi Wibowo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung kegiatan keagamaan di masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan ibadah. “Kami melihat antusiasme anak-anak di TPQ Al-Amin sangat tinggi selama bulan Ramadan. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk turut membantu proses pembelajaran mengaji agar lebih terarah dan maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak hanya sebatas membantu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar semakin semangat belajar. Selain itu, mahasiswa juga menyisipkan nilai-nilai akhlak dan adab sehari-hari dalam setiap sesi pembelajaran. “Kami ingin kehadiran kami tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memberi teladan yang baik bagi adik-adik santri,” imbuhnya.

Penanggung jawab program kerja bidang Pendidikan dan Literasi Digital, Iqbal Aslamudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil observasi awal di lingkungan RW 5. Menurutnya, jumlah santri yang cukup banyak sering kali membuat ustadzah kewalahan dalam membagi perhatian secara merata. “Setelah melakukan koordinasi dengan pengurus TPQ dan ustadzah, kami sepakat untuk membantu proses pembelajaran selama Ramadan. Harapannya, anak-anak bisa lebih fokus dan bacaan Al-Qur’annya semakin baik,” jelas Iqbal

Ia juga memaparkan bahwa metode yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Untuk santri pemula, mahasiswa mendampingi pembelajaran iqra’, sementara bagi santri yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, pendampingan difokuskan pada perbaikan makharijul huruf dan hukum tajwid. Kegiatan ini juga diakhiri dengan sesi tanya jawab ringan seputar kisah nabi dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ustadzah Unna selaku pengajar di TPQ Al-Amin menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa, terutama saat jumlah santri meningkat selama Ramadan. “iasanya kalau Ramadan, anak-anak yang datang mengaji lebih banyak dari hari biasa. Dengan adanya mahasiswa KKN, pembelajaran jadi lebih tertib dan anak-anak juga lebih bersemangat karena merasa punya kakak-kakak baru yang mendampingi mereka,” tuturnya.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada periode KKN berikutnya karena dampaknya dirasakan langsung oleh para santri dan pengajar.

Secara keseluruhan, kegiatan mengajar mengaji yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN UPGRIS 2026 Kelompok 19 di TPQ Al-Amin RW 5 Kelurahan Langensari merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Kelurahan Langensari semakin erat serta memberikan kesan positif yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menebar kebaikan, dan kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 menjadi bagian dari upaya tersebut.