Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Keji Sabet Juara Satu Lomba Tari Tradisional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 22 Desa Keji. Dalam ajang Lomba Tari Tradisional yang digelar pada rangkaian Expo KKN Kecamatan Ungaran Barat, Minggu (15/2/2026), tim KKN Desa Keji berhasil meraih juara pertama melalui penampilan memukau Tari Kuda Lumping Reog Semarang yang dibawakan oleh tujuh siswa SD Negeri 01 Keji.

Penampilan para siswa sukses mencuri perhatian dewan juri maupun masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Gerakan yang kompak, ekspresif, dan penuh energi menjadi daya tarik utama pertunjukan tersebut. Tidak hanya menampilkan keindahan gerak tari, para penari juga menunjukkan kekompakan dan kerja sama tim yang kuat, sehingga menciptakan harmoni pertunjukan yang memikat di atas panggung.

Tari Kuda Lumping Reog Semarang yang ditampilkan merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Semarang yang sarat dengan nilai budaya lokal. Melalui pementasan ini, mahasiswa KKN bersama pihak sekolah berupaya mengenalkan kembali seni tradisional kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, serta kemampuan bekerja sama.

Persiapan menuju perlombaan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, yakni kurang dari satu minggu. Meski demikian, mahasiswa KKN bersama guru pendamping dan para siswa memanfaatkan waktu latihan secara maksimal. Latihan dilakukan secara intensif dan bertahap dengan memperhatikan detail gerakan, kekompakan formasi, serta kesiapan mental anak-anak agar mampu tampil optimal saat hari perlombaan.

Guru pendamping SD Negeri 01 Keji, Ana Setya, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan sosial siswa. Menurutnya, proses latihan yang dilakukan secara konsisten mampu melatih kedisiplinan serta membangun rasa tanggung jawab anak-anak.

“Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan berani tampil di depan banyak orang. Sebelumnya mereka masih ragu ketika harus tampil di depan umum, namun melalui proses latihan bersama mahasiswa KKN dan pihak sekolah, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Walaupun waktu latihan sangat singkat, hasil yang dicapai tetap membanggakan,” ujarnya.

Selain lomba tari tradisional, Expo KKN Kecamatan Ungaran Barat 2026 juga diramaikan oleh berbagai kegiatan lainnya, seperti pameran produk UMKM desa, pertunjukan seni dari kelompok KKN lain, serta pameran hasil inovasi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Setiap stan menampilkan potensi unggulan desa masing-masing, mulai dari produk kuliner, kerajinan tangan, hingga inovasi berbasis sumber daya lokal.

Ketua Expo KKN Kecamatan Ungaran Barat, Rizqy Mukhammad, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi potensi desa serta penguatan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

“Expo KKN ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap desa memiliki kekayaan seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang hadir dan turut memeriahkan acara hingga sore hari. Mereka tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga mengunjungi stan UMKM serta berdialog langsung dengan mahasiswa KKN. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, melibatkan pelajar, orang tua, hingga tokoh masyarakat setempat.

Keberhasilan Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 22 Desa Keji meraih juara pertama diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus aktif dalam kegiatan positif, khususnya di bidang seni dan budaya. Prestasi ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat mampu menghasilkan capaian yang membanggakan sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah.

Melalui momentum Expo KKN ini, seni tradisional seperti Tari Kuda Lumping Reog Semarang semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan dan sosial, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan serupa secara berkelanjutan, diharapkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional akan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Expo KKN Kecamatan Ungaran Barat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan kegiatan inspiratif yang berdampak positif bagi pelestarian budaya dan pengembangan potensi desa.(*)