Mahasiswa KKN Upgris Laksanakan Pelatihan Budidaya Microgreen Kangkung dan Bayam Hijau di Kelurahan Ngilir

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (Upgris) melaksanakan program pelatihan budidaya microgreen (microgreen) di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 9 Februari 2026 di lingkungan PKK RW 1 RT 4 dan pada 16 Februari 2026 di PKK RW 2 RT 1.

Mikrogreen adalah sayuran yang dipanen pada usia sangat muda, sekitar 7–14 hari setelah tanam. Tanaman ini berasal dari benih sayuran atau herbal yang telah muncul daun pertamanya. Ukurannya kecil, tetapi kandungan gizinya tinggi. Mikrogreen mudah ditanam dan tidak memerlukan lahan luas. Jenis yang umum ditanam antara lain kangkung dan bayam hijau.

Pelatihan tersebut berfokus pada budidaya tanaman kangkung dan bayam hijau dalam bentuk microgreen, yaitu sayuran yang dipanen pada usia muda dengan kandungan gizi yang tinggi. Program ini dirancang sebagai solusi pemanfaatan lahan pekarangan yang terbatas agar tetap produktif dan bernilai guna bagi kebutuhan rumah tangga.

Pada pelaksanaan pertama di PKK RW 1 RT 4, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi mengenai konsep dasar microgreen, manfaat kesehatan, serta tahapan budidaya yang meliputi persiapan media tanam, penyemaian benih, teknik penyiraman, hingga estimasi waktu panen. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penanaman kangkung dan bayam hijau menggunakan wadah sederhana yang mudah diperoleh masyarakat.

Koordinator KKN Kelurahan Ngilir, Zafriyanti Afkhiaka, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan alternatif sumber pangan sehat yang mudah dibudidayakan.

“Budidaya microgreen dipilih karena teknisnya sederhana, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 7 sampai 14 hari. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga,” ujarnya.

Kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan pada 16 Februari 2026 di PKK RW 2 RT 1 menekankan aspek keberlanjutan dan potensi pengembangan ekonomi rumah tangga. Selain praktik penanaman kangkung dan bayam hijau, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan hasil panen dan peluang pemasaran sederhana apabila produksi dilakukan secara konsisten.

Ketua PKK RW 2 RT 1, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kader PKK dan masyarakat sekitar. “Kegiatan ini membuka wawasan kami mengenai cara bercocok tanam yang praktis dan efisien. Selain untuk konsumsi keluarga, kami melihat adanya peluang usaha apabila dikelola dengan baik,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Lurah Ngilir, Darmo Sulistiyono, S.E., M.M. Menurutnya, program pelatihan microgreen yang diinisiasi mahasiswa KKN Upgris sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

“Kami mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Upgris yang menghadirkan program edukatif dan aplikatif bagi masyarakat. Budidaya microgreen ini tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi warga,” ujar Darmo Sulistiyono, S.E., M.M.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pelatihan budidaya microgreen di dua wilayah PKK tersebut menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme masyarakat Kelurahan Ngilir. Program ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong inovasi pertanian skala rumah tangga yang sederhana, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Upgris tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan, pola hidup sehat, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal di Kelurahan Ngilir.(*)