Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan pembuatan rak Pojok Baca di perpustakaan SDN Mluweh 01 pada Senin, 9 Februari 2026. Program ini bertujuan memperkuat budaya literasi sekolah melalui penyediaan fasilitas baca yang lebih menarik, tertata, dan mudah diakses oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya menata sudut baca, tetapi juga secara mandiri membuat rak Pojok Baca untuk ditempatkan di dalam perpustakaan sekolah. Proses pembuatan dilakukan secara gotong royong, mulai dari perencanaan desain, perakitan, hingga penataan buku. Rak dirancang dengan ukuran yang ramah anak agar siswa dapat dengan mudah mengambil dan mengembalikan buku secara mandiri. Kehadiran rak baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi yang aktif dan menyenangkan.
Buku-buku yang tersedia di rak Pojok Baca merupakan hasil penggalangan donasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Donasi tersebut berasal dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan minat baca anak. Koleksi buku yang terkumpul cukup beragam, meliputi buku pengetahuan umum, komik edukatif, cerita rakyat nusantara, buku bergambar, serta bacaan motivasi anak. Variasi bacaan ini disesuaikan agar dapat dinikmati oleh siswa dari berbagai jenjang kelas, sehingga seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses bahan bacaan yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
PJ Bidang Pendidikan KKN Desa Mluweh, Shahrul, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk dimanfaatkan oleh seluruh siswa kelas 1 sampai 6. “Pojok Baca ini bukan hanya untuk satu kelas tertentu. Kami berharap seluruh siswa dapat memanfaatkan fasilitas ini secara berkelanjutan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Ihsan selaku PJ Bidang Pendidikan KKN Desa Mluweh. Ia menjelaskan bahwa pemilihan kelas 3 dalam pelaksanaan awal kegiatan hanya sebagai perwakilan simbolis saat program diluncurkan. “Kebetulan saat kegiatan berlangsung, siswa kelas 3 menjadi perwakilan yang hadir. Namun tujuan utama kami adalah agar rak dan buku-buku ini dimanfaatkan oleh semua kelas,” jelasnya.
Pada saat kegiatan peresmian dan pendampingan awal, siswa kelas 3 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tampak bersemangat mengambil buku dari rak yang baru disediakan, membuka halaman demi halaman, serta membaca bersama teman. Suasana perpustakaan yang biasanya tenang berubah menjadi ruang literasi yang aktif dan penuh semangat. Antusiasme tersebut menjadi gambaran positif bahwa fasilitas yang disediakan mampu menarik minat siswa. Guru SDN Mluweh 01 turut mengapresiasi program tersebut dan berharap keberadaan rak Pojok Baca dapat dimanfaatkan secara rutin oleh seluruh siswa. Ia menilai tambahan koleksi buku dari hasil donasi memberikan variasi bacaan yang lebih luas bagi peserta didik.
Secara evaluatif, kegiatan ini menunjukkan bahwa penyediaan sarana literasi yang mudah dijangkau dan variatif dapat meningkatkan minat baca siswa. Program Pojok Baca tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik berupa rak dan buku, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya budaya membaca di lingkungan sekolah.
Melalui pembuatan rak Pojok Baca dan pengadaan buku donasi, mahasiswa Universitas PGRI Semarang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih literat, inklusif, dan berkelanjutan di SDN Mluweh 01, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.(*)

