Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tengah melaksanakan program PPL KKN Internasional menggelar kegiatan sosialisasi cuci tangan yang benar bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Muslimeen Suksa School Hat Yai, Thailand.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut dilaksanakan pada Jum’at pagi, pada tanggal 6 Februari 2026 di halaman depan kelas dengan suasana ceria dan penuh antusiasme dari para peserta didik.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Mahasiswa UPGRIS menilai bahwa kebiasaan mencuci tangan perlu dibangun sejak kecil karena anak usia PAUD dan TK masih berada dalam tahap pembentukan kebiasaan dasar.
Lingkungan sekolah yang dipenuhi aktivitas bermain bersama berpotensi menjadi media penyebaran kuman apabila kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik.
Kun Maharani, salah satu mahasiswa praktik mengajar di tingkat TK dan PAUD dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas PGRI Semarang, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari hasil observasi lapangan selama masa praktik mengajar.
Ia mengungkapkan bahwa “masih terdapat siswa yang belum memahami pentingnya mencuci tangan, bahkan kerap terlihat anak-anak memegang berbagai benda secara sembarangan sebelum makan. Padahal, kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap kesehatan.
Oleh karena itu, tim mahasiswa menginisiasi sosialisasi ini agar siswa tidak hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan, tetapi juga terdorong untuk membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.
Sosialisasi diawali dengan pengenalan sederhana mengenai kuman melalui gambar menarik dan cerita singkat agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya kebersihan. Mahasiswa kemudian menjelaskan waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet.
Agar lebih menarik, anak-anak diajak menyanyikan lagu tentang cuci tangan sambil mengikuti gerakan enam langkah mencuci tangan yang diperagakan mahasiswa menggunakan sabun dan air mengalir.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat bersemangat menirukan gerakan mahasiswa. Mereka bergiliran mempraktikkan cuci tangan di bawah bimbingan mahasiswa dan guru kelas yang turut mendampingi. Suasana halaman depan kelas yang terbuka membuat kegiatan lebih leluasa dan menyenangkan bagi anak-anak.
Apresiasi datang dari salah satu guru PAUD, dari Umi Karimah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Universitas PGRI Semarang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi cuci tangan yang dikemas secara interaktif sangat sesuai dengan karakter anak usia dini.
“Metode yang digunakan sangat menarik karena anak-anak belajar sambil bernyanyi dan bergerak. Dengan cara seperti ini, mereka lebih mudah memahami dan mengingat pentingnya mencuci tangan. Kami berharap kebiasaan baik ini terus terbawa dalam keseharian mereka, baik di sekolah maupun di rumah” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Mr. Kaseem Madardam, Principal of Muslimeen Suksa School, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian mahasiswa UPGRIS. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada mahasiswa UPGRIS yang telah berbagi edukasi kesehatan kepada siswa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga langsung mempraktikkan, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS menunjukkan peran aktif sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan internasional. Anak-anak PAUD dan TK sebagai peserta, mahasiswa sebagai pelaksana, serta dukungan pihak sekolah menjadi wujud kolaborasi pendidikan lintas negara dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama menjaga kebersihan sejak dini.(*)

