Pasang Plang Pembatas dan Reflektor di Jalur Indrokilo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 23 UPGRIS melaksanakan program kerja mitigasi bencana melalui pemasangan plang pembatas jalan yang dilengkapi reflektor di jalur menuju kawasan Indrokilo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pendatang dan para pendaki yang melintasi jalur tersebut. Program ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wujud kepedulian mahasiswa terhadap aspek keselamatan dan pengurangan risiko bencana di lingkungan sekitar.

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh kondisi medan jalan yang memiliki beberapa titik tanjakan dan turunan curam serta minim penanda keselamatan. Selain itu, terdapat tikungan tajam dan area dengan jarak pandang terbatas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat cuaca berkabut. Jalur tersebut diketahui sering digunakan sebagai akses pendakian sekaligus aktivitas mobilitas masyarakat sekitar, baik untuk bekerja, berkebun, maupun kegiatan ekonomi lainnya. Intensitas penggunaan jalan yang cukup tinggi inilah yang mendorong mahasiswa KKN untuk melakukan langkah preventif guna meminimalisasi risiko kecelakaan.

Koordinator program mitigasi bencana KKN, M. Cahya Rofiqi, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi titik rawan kecelakaan. Survei dilakukan dengan mengamati kondisi fisik jalan, tingkat kemiringan, serta visibilitas pada sore hingga malam hari. “Kami menemukan beberapa lokasi dengan kontur jalan yang cukup ekstrem dan minim penerangan. Pemasangan plang dan reflektor ini diharapkan dapat memberikan peringatan dini bagi pengendara maupun pendaki, terutama pada malam hari,” ungkapnya. Hasil survei tersebut kemudian menjadi dasar penentuan lokasi pemasangan plang pembatas dan reflektor agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat, mulai dari proses perencanaan desain plang, pengadaan bahan, pembuatan, hingga pemasangan di titik strategis. Mahasiswa dan warga bekerja sama dalam penggalian tanah untuk pondasi tiang plang agar kokoh dan tahan terhadap kondisi cuaca. Reflektor dipilih karena mampu memantulkan cahaya kendaraan sehingga tetap terlihat dalam kondisi minim penerangan maupun cuaca berkabut. Dengan adanya pantulan cahaya tersebut, pengendara dapat lebih mudah mengenali batas jalan dan mengantisipasi tikungan atau turunan yang ada di depan.

Kepala dusun setempat, Bapak Sutrisno, menyambut baik program tersebut. Ia menilai keberadaan penanda jalan menjadi kebutuhan penting mengingat kawasan Indrokilo kerap dikunjungi wisatawan dan pendaki dari luar daerah yang belum familiar dengan kondisi jalur. “Kami sangat terbantu dengan adanya plang pembatas ini. Semoga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan membuat pengunjung lebih berhati-hati saat melintas,” ujarnya. Dukungan dari perangkat desa dan masyarakat menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan program ini.

Hal senada disampaikan oleh salah satu warga, Ibu Sriatun, yang kerap melintasi jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Menurutnya, reflektor sangat membantu visibilitas pada malam hari. “Biasanya kalau malam agak gelap dan tikungan tajam tidak terlalu terlihat. Sekarang dengan reflektor, jalurnya lebih mudah dikenali,” tuturnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya berfokus pada pemasangan fasilitas fisik, tetapi juga melakukan sosialisasi singkat kepada warga mengenai pentingnya keselamatan berkendara dan kesadaran akan mitigasi bencana. Mahasiswa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat plang serta reflektor agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Upaya kecil namun konsisten seperti ini diharapkan mampu membangun budaya keselamatan di lingkungan desa. Secara keseluruhan, pemasangan plang pembatas dan reflektor di jalur Indrokilo merupakan langkah preventif yang sederhana namun memiliki dampak signifikan dalam mengurangi potensi kecelakaan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan sekitar. Diharapkan, inisiatif ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan tanggap terhadap risiko bencana.