Peduli Kesehatan Lingkungan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 Berdayakan Warga RW 03 Penggaron Kidul Lewat Pembagian Bibit dan Penanaman Toga Bersama

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 32 menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat di Kelurahan Penggaron Kidul. Pada Minggu, (15/2/2026), mereka menggelar aksi pembagian bibit sekaligus pendampingan Gerakan Menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga) bagi warga di lingkungan RW 03. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret mahasiswa dalam mengoptimalkan lahan pekarangan rumah menjadi sumber kesehatan mandiri.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB. Sebagai pembuka, mahasiswa berkolaborasi dengan warga RW 03 untuk melaksanakan senam bersama. Aktivitas fisik yang dilakukan secara bersama-sama ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat sebelum memulai kegiatan inti, sekaligus mempererat keakraban serta sinergi antara mahasiswa dan warga setempat agar tercipta hubungan yang harmonis selama program berlangsung.

Setelah sesi senam selesai, acara dilanjutkan dengan seremoni pembagian bibit Toga. Sebanyak 50 bibit tanaman disiapkan oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 untuk didistribusikan kepada perwakilan warga. Mengingat jumlah bibit yang terbatas sementara cakupan wilayah RW 03 cukup luas, mahasiswa melakukan pembagian secara proporsional. Strategi ini dilakukan agar setiap RT mendapatkan kesempatan yang sama dalam memulai budidaya tanaman herbal di lingkungannya masing-masing.

Wilayah RW 03 Kelurahan Penggaron Kidul sendiri terdiri dari 9 Rukun Tetangga (RT). Dengan ketersediaan 50 bibit, mahasiswa memutuskan agar setiap RT mendapatkan jatah 5 hingga 6 bibit Toga. Langkah ini diambil guna memastikan setiap sudut lingkungan memiliki “apotek hidup” mandiri yang nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut oleh warga setempat secara swadaya melalui proses pembibitan ulang di masa depan.

Jenis bibit yang dibagikan dalam kegiatan ini sangat variatif dan memiliki nilai manfaat yang tinggi. Beberapa di antaranya meliputi jahe, kunyit, temu putih, sereh, hingga cabai. Pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada kemudahan perawatan serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai bumbu dapur untuk kebutuhan pangan maupun sebagai ramuan herbal untuk menjaga imunitas keluarga.

Usai pembagian bibit secara simbolis, para mahasiswa tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melakukan pendampingan langsung ke titik-titik penanaman di setiap RT. Mahasiswa turun tangan membantu warga menyiapkan media tanam dan memberikan edukasi mengenai teknik penanaman yang tepat. Hal ini dilakukan agar bibit yang diberikan dapat tumbuh dengan optimal, memiliki sistem perakaran yang kuat, dan tidak layu akibat kesalahan penanganan awal.

Dalam sesi pendampingan tersebut, para mahasiswa juga berbagi tips praktis mengenai perawatan Toga yang berkelanjutan. Edukasi yang diberikan mencakup intensitas penyiraman, kebutuhan sinar matahari, hingga penggunaan pupuk organik yang bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga. Hal ini penting dilakukan agar warga memiliki pemahaman mendalam bahwa menanam Toga tidak memerlukan lahan luas maupun biaya yang mahal untuk perawatannya.

Ketua KKN UPGRIS Kelompok 32, Anas Ali Imron, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan mereka di Kelurahan Penggaron Kidul. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya tanaman herbal harus terus dipupuk di tengah masyarakat perkotaan.

“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri. Dengan menanam Toga, warga memiliki pertolongan pertama untuk keluhan ringan seperti batuk atau masuk angin, sekaligus mendukung penghijauan lingkungan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Purnomo selaku Ketua RW 03 Penggaron Kidul memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi warganya.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN UPGRIS. Meskipun jumlah bibit setiap RT terbatas, namun nilai edukasi dan kebersamaannya sangat luar biasa. Inisiatif ini menjadi pemantik semangat bagi warga kami untuk lebih peduli dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar rumah masing-masing,” tuturnya.

Antusiasme juga datang dari kalangan ibu-ibu PKK RT 07 RW 03, salah satunya Ibu Anita Roziana. Ia mengaku sangat terbantu dengan tips menanam yang diberikan oleh para mahasiswa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Selama ini kami hanya sekadar menanam tanpa tahu teknik yang benar, sehingga sering kali tanaman layu atau mati. Harapannya, bibit-bibit Toga ini nantinya bisa berkembang lebih banyak lagi di lingkungan RT kami,” ungkapnya.

Aksi nyata mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi yang kuat, disertai komitmen warga untuk menjaga kelestarian bibit Toga yang telah ditanam di lingkungan masing-masing. Pihak RW 03 menegaskan kesiapannya dan selalu terbuka jika dilibatkan kembali dalam berbagai event kolaborasi selanjutnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan RW 03 Kelurahan Penggaron Kidul dapat bertransformasi menjadi role model bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan lahan pekarangan melalui “Gerakan Menanam Toga” guna mewujudkan kemandirian pangan serta ketahanan kesehatan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.(*0