Pembuatan Plang Jalur Evakuasi di Desa Semampir

Desa Semampir kini selangkah lebih siap dalam menghadapi potensi bencana berkat program kerja mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 berupa pembuatan dan pemasangan plang jalur evakuasi. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat, khususnya bencana alam yang berpotensi terjadi di wilayah desa.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Semampir sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas PGRI Semarang. Program pembuatan plang jalur evakuasi dipilih sebagai upaya preventif untuk membantu masyarakat mengetahui arah penyelamatan diri apabila terjadi bencana seperti banjir, gempa bumi, maupun kondisi darurat lainnya. Keberadaan penunjuk arah evakuasi dinilai penting untuk meminimalisir kepanikan warga saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat dan terarah.

Program ini dilaksanakan pada masa pengabdian KKN UPGRIS tahun 2026, tepatnya pada tanggal 28 Februari 2026, dengan melibatkan mahasiswa KKN Kelompok 04, perangkat desa, serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Lokasi pemasangan plang difokuskan pada titik-titik strategis yang mudah diakses dan sering dilalui warga, seperti jalan utama desa, persimpangan, serta area dekat fasilitas umum. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan jalur mobilitas masyarakat sehari-hari agar plang dapat terlihat dengan jelas dan mudah dipahami.

Pembuatan plang jalur evakuasi ini dilatarbelakangi oleh minimnya penunjuk arah evakuasi di Desa Semampir. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan masyarakat dalam mengambil langkah cepat saat terjadi keadaan darurat. Tanpa adanya penunjuk arah yang jelas, proses evakuasi berisiko menjadi tidak terorganisir dan berpotensi menimbulkan kepanikan. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 berinisiatif menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar melalui penyediaan rambu jalur evakuasi yang informatif, mudah dipahami, dan dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Proses pelaksanaan kegiatan dimulai dari tahap observasi dan pemetaan wilayah yang dianggap rawan atau membutuhkan jalur evakuasi. Selanjutnya, mahasiswa melakukan perancangan desain plang yang disesuaikan dengan standar visual yang mudah dikenali, dilanjutkan dengan proses produksi hingga pemasangan di lapangan. Mahasiswa juga berkoordinasi dengan pemerintah desa guna menentukan titik pemasangan yang paling efektif dan strategis. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara gotong royong bersama warga, sehingga tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Kepala Desa Semampir, Parmono S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Ia menyatakan bahwa program pembuatan plang jalur evakuasi sangat membantu masyarakat Desa Semampir dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Ia juga berharap fasilitas yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dengan baik serta dirawat bersama oleh warga agar tetap berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Adapun output dari kegiatan ini antara lain terpasangnya sejumlah plang jalur evakuasi di titik-titik strategis desa yang sebelumnya belum memiliki penunjuk arah penyelamatan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Warga kini memiliki panduan visual yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan arah evakuasi saat kondisi darurat. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga berhasil membangun kolaborasi positif antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Keberadaan plang jalur evakuasi diharapkan mampu memberikan dampak langsung berupa kemudahan akses informasi arah penyelamatan diri, khususnya bagi warga yang berada di lokasi rawan maupun pendatang yang belum mengenal wilayah desa secara menyeluruh. Dengan adanya penunjuk arah yang jelas, proses evakuasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan terkoordinasi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya mitigasi bencana sejak dini kepada masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas elemen masyarakat dapat menghasilkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tanggap, dan tangguh terhadap potensi bencana di tingkat lokal.