Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Mengabdi Kelompok 05 Tahun 2026 melaksanakan program kerja berupa pemetaan daerah rawan longsor di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi tanah longsor di wilayah tersebut.
Program ini dilakukan selama masa pelaksanaan KKN pada Januari–Februari 2026 dengan melibatkan mahasiswa KKN, perangkat kelurahan, serta masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menyusun peta persebaran wilayah yang memiliki potensi longsor agar masyarakat dapat lebih memahami kondisi lingkungan sekitar dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Kegiatan pemetaan ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Kecamatan Ungaran Timur yang memiliki wilayah dengan kontur tanah berbukit serta kemiringan lereng yang cukup curam di beberapa titik. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah ini memiliki potensi kerawanan gerakan tanah yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan dengan curah hujan yang intens.
Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 05 menjelaskan bahwa program ini dipilih karena pentingnya informasi kebencanaan yang mudah dipahami masyarakat. “Melalui program pemetaan daerah rawan longsor ini, kami berharap masyarakat dapat mengetahui lokasi-lokasi yang memiliki potensi longsor sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini,” ujar Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 05.
Proses pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di beberapa titik wilayah Kelurahan Susukan yang memiliki potensi longsor. Observasi dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi lingkungan seperti kemiringan lereng, kondisi tanah, vegetasi di sekitar lereng, serta wilayah yang berada di dekat tebing atau perbukitan.
Setelah melakukan observasi, mahasiswa kemudian melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan perangkat kelurahan, ketua RT/RW, serta masyarakat setempat. Informasi yang diperoleh dari masyarakat meliputi lokasi yang pernah mengalami longsor, perubahan kondisi tanah, serta titik-titik yang dianggap rawan oleh warga terutama saat musim hujan.
Menurut perangkat Kelurahan Susukan, kegiatan ini sangat membantu pemerintah kelurahan dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana di wilayahnya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UPGRIS ini. Pemetaan daerah rawan longsor dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat sekaligus referensi bagi kelurahan dalam upaya mitigasi bencana,” ujar salah satu perangkat Kelurahan Susukan.
Data yang telah terkumpul kemudian diolah oleh mahasiswa menjadi peta persebaran daerah rawan longsor di Kelurahan Susukan. Peta tersebut disusun dengan menampilkan beberapa kategori tingkat kerawanan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memahami wilayah yang perlu diwaspadai.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UPGRIS Kelompok 05, Ratih Hesty Utami Puspitasari, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program kerja yang dilakukan mahasiswa diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan pemetaan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara langsung mengenai kondisi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi berupa informasi yang dapat digunakan sebagai langkah mitigasi bencana di tingkat kelurahan,” jelas Ratih.
Peta daerah rawan longsor yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai potensi bencana di lingkungan sekitar. Dengan mengetahui titik-titik yang berpotensi longsor, masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga vegetasi di sekitar lereng, tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kondisi tanah, serta segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Selain itu, peta ini juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kelurahan sebagai bahan perencanaan mitigasi bencana, misalnya dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan, pemasangan rambu peringatan, maupun penyusunan program penanggulangan bencana di tingkat masyarakat.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UPGRIS Mengabdi Kelompok 05 berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kelurahan Susukan dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam. Dengan adanya pemetaan wilayah rawan longsor, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi lingkungan sekitar dan bersama-sama menjaga keselamatan serta ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana.

