Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 32 menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat. Mahasiswa mengadakan kegiatan bakti sosial dengan berbagi paket sembako di dua yayasan yang terletak di Kelurahan Penggaron Kidul, pada hari Rabu, (25/2/2026).
Kegiatan ini menyasar dua lokasi berbeda, yakni Yayasan Sunan Kalijaga yang berlokasi di RT 07 RW 02 dan Yayasan Salafus Sholihin di RT 03 RW 03. Sejak pagi hari, para mahasiswa sudah berkumpul untuk menyiapkan berbagai logistik bantuan yang akan didistribusikan.
Bantuan yang disalurkan dalam aksi peduli ini terdiri dari berbagai kebutuhan pokok atau sembako. Bantuan tersebut meliputi beras, mie instan, gula pasir, minyak goreng, hingga beberapa bahan tambahan lainnya seperti teh dan biskuit. Mahasiswa berharap melalui bantuan fisik ini, mereka dapat sedikit meringankan beban operasional bulanan pihak pengelola yayasan, serta membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian yang bergizi bagi para santri maupun anak asuh yang tinggal di sana.
Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 disambut hangat oleh para pengurus yayasan dan anak-anak asuh. Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti prosesi penyerahan bantuan secara simbolis. Selain memberikan bantuan fisik, para mahasiswa juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dan berbincang ringan guna mempererat tali silaturahmi antara civitas akademika dan masyarakat setempat.
Ketua KKN UPGRIS Kelompok 32, Anas Ali Imron, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjalankan program kerja akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata secara kemanusiaan.
“Kami ingin keberadaan mahasiswa di Kelurahan Penggaron Kidul ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Melalui aksi kecil ini, kami berharap dapat sedikit membantu kebutuhan di Yayasan Sunan Kalijaga dan Yayasan Salafus Sholihin. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk saling peduli dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” ujarnya.
Bagi para mahasiswa, kegiatan berbagi ini bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sarana untuk mengasah kepekaan batin dan meningkatkan rasa syukur atas segala kecukupan yang dimiliki selama ini. Dengan melihat langsung kondisi di panti asuhan, mahasiswa diajarkan untuk lebih menghargai setiap rezeki dan kesempatan belajar yang mereka peroleh. Pengalaman ini membentuk karakter mahasiswa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, jiwa penolong, serta kerendahan hati dalam bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat yang memiliki latar belakang ekonomi berbeda.
Aksi sosial ini mendapat apresiasi yang sangat besar dari pihak penerima manfaat. Abdul Rozak, selaku ketua sekaligus pengasuh Yayasan Sunan Kalijaga, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan serta bantuan yang diberikan oleh para mahasiswa. Menurutnya, perhatian dari kalangan muda seperti mahasiswa sangat berarti bagi keberlangsungan yayasan yang dikelolanya.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih sebanyak-banyaknya kepada adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS yang sudah mau menyempatkan diri berkunjung ke sini. Bantuan sembako ini sangat bermanfaat buat yayasan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT dan sukses dalam menyelesaikan studinya,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, pengurus dari Yayasan Salafus Sholihin juga menyampaikan apresiasi yang serupa. “Terima kasih atas kedatangan adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS yang sudah mau peduli dengan memberikan bantuan yang sangat bermanfaat buat yayasan kami,” kata salah satu pengurus Yayasan Salafus Sholihin.
Kegiatan berbagi ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa dan pengurus yayasan sebagai dokumentasi kegiatan. Melalui aksi ini, Kelompok 32 KKN UPGRIS berharap dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus menghidupkan budaya gotong royong dan saling tolong-menolong tanpa memandang perbedaan.(*)

