Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 01 dan 02 Trompo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang Kelompok 39 melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) di SDN 01 Trompo dan SDN 02 Trompo, Kabupaten Kendal, 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun sikap saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada awal Februari 2026 tersebut menyasar siswa kelas IV, V, dan VI. Pemilihan jenjang kelas tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa siswa pada usia tersebut sudah mulai aktif dalam interaksi sosial yang lebih luas sehingga perlu dibekali pemahaman yang tepat mengenai perilaku perundungan dan dampaknya.

Secara umum, sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Mahasiswa KKN Kelompok 39 melihat pentingnya edukasi sejak dini agar siswa mampu mengenali tindakan bullying, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun sosial. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan atau mengalami tindakan tersebut.

Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan disesuaikan dengan usia peserta didik. Mahasiswa menggunakan metode interaktif seperti tanya jawab, diskusi kelompok kecil, serta pemberian contoh situasi sederhana yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak memahami secara kontekstual bagaimana bersikap dalam situasi tertentu.

Ketua Kelompok KKN, Silvya Dewi Agustin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang pendidikan dan karakter. “Kami berharap melalui kegiatan ini siswa dapat memahami pentingnya saling menghormati, tidak mengejek teman, serta berani bersikap apabila menemui tindakan bullying di sekolah. Edukasi seperti ini penting untuk menanamkan nilai karakter sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sosialisasi tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong keberanian siswa untuk melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau pihak sekolah. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kepala SDN 01 Trompo, Wiyati, S.Pd.SD, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi pencegahan bullying sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. “Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UPGRIS. Materi yang disampaikan sangat membantu siswa dalam memahami batasan perilaku yang baik dan tidak baik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala SDN 02 Trompo, Arif Fembriyanto, juga memberikan dukungan terhadap program sosialisasi tersebut. Ia menilai bahwa peran mahasiswa dalam memberikan edukasi tambahan sangat berarti bagi sekolah. “Kegiatan ini memberikan penguatan pendidikan karakter kepada siswa. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap siswa semakin sadar untuk menjaga sikap dan menghargai teman-temannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 berharap siswa SDN 01 dan 02 Trompo dapat menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif sehingga mendukung perkembangan akademik maupun karakter siswa.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya budaya sekolah yang positif di Kabupaten Kendal. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan pihak sekolah, upaya pencegahan bullying diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan demi terciptanya generasi yang berkarakter, peduli, dan berintegritas.