Kabupaten Semarang, 27 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 21 melaksanakan sosialisasi dan pengenalan Program Gogik Library secara serentak di MI Ma’arif Desa Gogik dan SDN Gogik 01, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan semangat membaca siswa sekolah dasar melalui inovasi perpustakaan digital.
Program Gogik Library dirancang sebagai bentuk adaptasi literasi di era digital. Melalui sistem berbasis kode QR dan barcode, siswa dapat mengakses berbagai buku digital secara mudah menggunakan perangkat gawai. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan rendahnya minat baca sekaligus sebagai upaya mengarahkan penggunaan teknologi ke arah yang lebih edukatif dan produktif.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode pemaparan materi mengenai pentingnya membaca sejak dini, dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung penggunaan Gogik Library. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada siswa dalam memindai kode QR, mengakses koleksi buku digital, hingga memilih bacaan yang sesuai dengan minat mereka. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mencoba langsung sistem perpustakaan digital tersebut.
Ketua Kelompok KKN 21 menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kebiasaan anak-anak yang lebih sering menggunakan gawai untuk hiburan. “Kami ingin mengarahkan penggunaan gadget ke hal yang lebih bermanfaat. Melalui Gogik Library, siswa dapat membaca dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Di MI Ma’arif Desa Gogik, kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Desi Fitriani selaku guru kelas MI Ma’arif menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN. Ia menilai program tersebut mampu memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam kegiatan literasi. “Program ini sangat membantu sekolah dalam mengenalkan literasi digital kepada siswa. Anak-anak terlihat lebih tertarik membaca karena medianya berbeda dan lebih modern. Semoga program ini dapat terus dimanfaatkan,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah yang melihat bahwa Gogik Library dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran. Dengan adanya akses buku digital yang lebih variatif, siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengeksplorasi pengetahuan di luar buku paket pembelajaran.
Sementara itu, di SDN Gogik 01, kegiatan sosialisasi juga disambut dengan antusias oleh siswa dan guru. Pak Joko Muhlisin selaku guru kelas SDN Gogik 01 menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya Gogik Library. Siswa menjadi lebih tertarik membaca dan lebih aktif dalam kegiatan literasi. Ini merupakan inovasi yang sangat baik untuk sekolah,” tuturnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh Bu Alina selaku Tenaga Usaha (TU) SDN Gogik 01. Menurutnya, kehadiran perpustakaan digital memudahkan siswa dalam memperoleh bahan bacaan tanpa harus terbatas pada koleksi buku fisik. “Program ini sangat bermanfaat karena siswa dapat mengakses bacaan dengan lebih mudah dan cepat. Kami berharap Gogik Library dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari sistem literasi sekolah,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan secara serentak di dua sekolah tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 menunjukkan komitmen dalam mendukung penguatan budaya literasi di Desa Gogik. Program ini tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang konsisten dan menyenangkan bagi siswa.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi yang baik antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan adaptif. Dukungan dari guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program, sehingga Gogik Library diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Terlaksananya sosialisasi Program Gogik Library di MI Ma’arif dan SDN Gogik 01, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Inovasi sederhana namun relevan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan semangat membaca siswa secara berkelanjutan, sekaligus membangun generasi yang lebih literat dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

