Bersama UMKM Ngempon, Mahasiswa KKN UPGRIS Wujudkan Transaksi Lebih Praktis Menggunakan QRIS

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan upaya mahasiswa KKN UPGRIS membantu UMKM lokal meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dengan cara mendampingi pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi DANA untuk sarana transaksi jual dan beli.

Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS mendampingi dua UMKM lokal, yaitu NovRis Snack dan Jamu Tradisional Lestari. Permasalahan utama yang sering menjadi penghalang untuk berkembang ke pembayaran digital adalah kurangnya pengetahuan mengenai cara pembuatan dan penggunaannya, terutama untuk para pelaku UMKM yang telah lanjut usia.

Permasalahan ini diakui oleh pemilik usaha Jamu Tradisional Lestari yang merasa kesulitan mengikuti perkembangan teknologi saat ini karena kurangnya pengetahuan mengenai pembayaran digital.

“Sebenarnya sudah banyak pelanggan yang tanya soal bayar pakai QRIS ini, Mbak, tapi Saya, kan, kurang paham yang begituan, ya. Jadi, sampai sekarang masih belum berani pakai QRIS.” ujar Lestari.

Maka dari itu, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan bimbingan secara langsung kepada pemilik UMKM mengenai pembuatan QRIS. Mahasiswa juga menjelaskan cara penggunaan QRIS untuk transaksi pembayaran, memeriksa keluar dan masuknya transaksi, serta cara mengambil hasil berjualan secara tunai.

Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan sistem pembayaran digital yang lebih mudah dan praktis.

Program yang berfokus pada literasi digital ini dilaksanakan untuk membantu pemilik UMKM di Kelurahan Ngempon beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang transaksi digital.

Penanggung jawab program kerja literasi digital KKN UPGRIS di Kelurahan Ngempon, Amalia Rahma, menyampaikan harapannya untuk UMKM lokal setelah kegiatan pembuatan QRIS berakhir.

“Melalui program kerja pembuatan QRIS ini, kami berharap UMKM yang ada di Kelurahan Ngempon dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas. Selain itu, semoga ini menjadi pembuka jalan bagi para pelaku UMKM agar lebih terbuka dengan perkembangan teknologi yang ada di sekitarnya.” ucapnya.

Pendampingan oleh mahasiswa KKN UPGRIS terhadap UMKM NovRis Snack dan Jamu Tradisional Lestari menjadi salah satu bentuk nyata dari pelaksanaan program kerja literasi digital di Kelurahan Ngempon. Kegiatan ini diharapkan menjadi dorongan bagi pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha lokal. (*)